Kreasi Menu MPASI 6 Bulan

Halo moms! Apa kabar? Kali ini kita ngomongin MPASI yuk?! Sebagaimana kita ketahui kalau menurut WHO bayi yang sudah berusia 6 bulan dianjurkan untuk memakan menu pendamping asi (MPASI). Menu mpasi 6 bulan yang mereka anjurkan juga bukan makanan dewasa seperti kita. Menu mpasi yang dianjurkan untuk bayi usia 6 bulan adalah yang masih berbentuk bubur halus atau pure. Hal ini dikarenakan kemampuan mengunyah mereka belum ada. Bayi usia 6 bulan juga belum tumbuh gigi jadi akan sulit untuk memakan makanan yang keras.

Nah anda bisa berkreasi agar bayi usia 6 bulan mau makan selain meminum asi. Jika anda bingung menu mpasi apa saja yang bisa dimakan bayi 6 bulan, anda bisa mempraktekan membuat menu mpasi berikut ini di rumah. Continue reading “Kreasi Menu MPASI 6 Bulan”

Advertisements

Pengalaman dan Suka Duka Memberi ASI untuk Si Kecil

Setelah satu setengah tahun menikah akhirnya kami (saya dan suami) dikaruniai anak laki-laki yang sehat wal afiat alhamdulillah. Perjuangan dan usaha kami untuk memiliki anak akhirnya membuahkan hasil yang membahagiakan setelah beberapa kali bolak-balik ke dokter kandungan untuk program hamil.

Cerita pengalaman saya mengikuti program hamil juga pernah saya ulas sekilas di postingan saya: Cerita di Balik Kehamilan Anak Pertama.

Selain itu, pengalaman saya melahirkan anak pertama secara normal di bidan polindes juga pernah saya tulis di sini: Pengalaman Melahirkan Anak Pertama Secara Normal.

Pada postingan kali ini saya mau sedikit bercerita mengenai perjuangan memberikan ASI untuk anak pertama saya. Karena jujur saja, perjuangan mengASIhi si kecil bukanlah perkara yang mudah. Masing-masing ibu pasti memiliki pengalaman tersendiri mengenai hal ini.

Continue reading “Pengalaman dan Suka Duka Memberi ASI untuk Si Kecil”

[Review] Mooimom Stretch Mark Cream: Cerita Menghilangkan Stretch Mark yang Membandel

Cerita menghilangkan stretch mark yang membandel pada postingan kali ini tidak terlepas dari keadaan saya saat ini yang tengah hamil 8 bulan, di saat anak pertama saya baru berumur 14 bulan. Bayangin moms, di saat anak saya masih bayi dan di saat stretch mark kehamilan pertama saya belum hilang, saya harus merasakan kembali yang namanya gatel-gatel di bagian perut karena si stretch mark ini -_-

Duh, pokoknya semua serba enggak nyaman. Dulu ketika hamil anak pertama, stretch mark saya sangat-sangat banyak, garis-garisnya warna hitam pekat dan tersebar merata tidak hanya di bagian perut tapi juga menjalar sampai ke paha.

Suami sih oke oke aja dan menerima penampilan saya apa adanya. Tapi saya? Oh no! Ini sangat memalukan 😀 Continue reading “[Review] Mooimom Stretch Mark Cream: Cerita Menghilangkan Stretch Mark yang Membandel”

USG 32 Weeks: Dokter Bilang Jari Jemari Bayi Saya Tidak Ada?!

Setelah sebelumnya saya mempublish postingan saya yang berjudul Cerita Dibalik Kehamilan Anak Pertama, kali ini saya mau lanjutin cerita seputar kehamilan yaitu ketika USG ke dokter di usia kehamilan 32 weeks.

Bagi pasangan yang berbahagia menunggu kehadiran anak pertama, saya dan suami sangat excited dong pastinya. Saya rajin memeriksakan keadaan kandungan saya ke bidan tempat saya berencana melahirkan. Oiya saya emang keukeuh pengen melahirkan secara normal sehingga saya putuskan untuk melahirkan di bidan dekat rumah saja. Karena setelah saya analisa cerita dari beberapa kawan, kalau bersalin di RS kebanyakan (90%) pasti operasi caesar. Dan saya emang susah menemukan dokter rumah sakit yang pro melahirkan normal di daerah saya. Continue reading “USG 32 Weeks: Dokter Bilang Jari Jemari Bayi Saya Tidak Ada?!”

Pengalaman Melahirkan Anak Pertama Secara Normal

Alhamdulillah, setelah menunggu sekitar 39 weeks akhirnya anak pertamaku lahir jugaaa. Senangnya luar biasaa. Apalagi keinginan dan doa saya untuk melahirkan secara normal dikabulkan, alhamdulillah 🙂

Baca juga: Kegiatan Menunggu yang Bisa Bikin Happy

Dalam postingan kali ini saya mau berbagi sedikit cerita pengalaman saya melahirkan anak pertama. Jauh sebelum HPL saya dan suami sepakat untuk melahirkan di bidan dekat rumah saja, tepatnya di puskesmas pembantu. Entah kenapa saya takut kalau harus ke rumah sakit. Alasannya cuman satu, saya takut masuk ruang operasi lagi. Bukannya gimana, di daerah saya agak susah menemukan dokter yang praktik di rumah sakit dan pro melahirkan normal. Dulu, di usia kandungan saya 16 weeks, untuk pertama kali (dan mudah-mudahan untuk terakhir kalinya) saya dirawat di rumah sakit dan harus dioperasi (walaupun operasi ringan siih hihi). Makanya saya sudah memantapkan hati kalau saya nggak mau masuk rumah sakit lagi 😉 Continue reading “Pengalaman Melahirkan Anak Pertama Secara Normal”