Kiat Mengelola Stress bagi Ibu Rumah Tangga di Tengah Pandemi Corona

Sebagai ibu rumah tangga, begitu terpukul hati ini ketika beberapa hari yang lalu saya membaca berita bahwa seorang ibu tega memukuli anaknya hingga tewas lantaran susah belajar daring. Tidak sedikit yang menghujat dan mem-bully habis-habisan ibu tersebut. Walaupun ada juga beberapa yang prihatin dan kasihan terhadap kondisi psikologis yang mungkin sedang dihadapi si ibu.Saya sendiri termasuk yang prihatin, bukan bermaksud sok bijak. Tapi memang menurut hasil survey dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengenai ibu di lingkungan keluarga terbukti bahwa seorang ibu mengalami beban domestik berlipat saat pandemi Covid-19 terjadi, terutama dalam hal mengurus buah hatinya (sumber: Republika). Fakta lain juga disebutkan oleh Psikolog Keluarga, Probowatie Tjondronegoro bahwa ibu rumah tangga memang berpotensi mengalami tingkat stess tersendiri di masa pandemi ini (sumber: ayosemarang.com).

Kondisi ini sudah seharusnya menjadi perhatian bersama karena dapat mempengaruhi tingkat kekerasan dalam rumah tangga karena kondisi stress yang dialami seorang ibu. Diperlukan adanya sinergi dan pembagian peran yang baik antara ayah dan ibu dalam mengasuh anak terutama di masa pandemi covid-19 ini.

Saya sendiri merasa bersyukur dan merasa jauh lebih beruntung dibandingkan ibu kebanyakan. Karena memang kedua anak laki-laki saya masih balita. Saya tidak sampai mengalami stress akibat harus mendampingi anak belajar daring. Selain itu, saya bukanlah wanita pekerja yang juga harus menghadapi repotnya bekerja dari rumah atau work from home.

Namun walaupun hanya ibu rumah tangga biasa, tentu saja saya tetap mengalami kelelahan yang berlebih dalam mengurus anak-anak terutama di masa pandemi ini. Contoh kecilnya saja ketika anak-anak merengek ingin keluar rumah untuk jalan-jalan. Sebelum pandemi covid-19 ini memang saya setidaknya sekali seminggu mengajak anak-anak ke pantai atau tempat wisata lainnya. Setelah corona menyerang, saya harus memutar otak bagaimana caranya agar mereka betah di rumah. Saya sendiri sudah kelelahan, namun mau tidak mau harus tetap bertahan agar jangan sampai stress menyerang.

Nah, setelah beberapa bulan menjalani karantina di rumah saya benar-benar terbantukan dengan menjalani beberapa tips yang menurut saya boleh dicoba oleh ibu rumah tangga lainnya. Apa saja itu? Yuk langsung aja simak ulasan di bawah ini!

1. Ikhlas Menerima, Jangan Panik

Meyakini segala sesuatu yang terjadi adalah kuasa Allah Swt dan manusia tidak dapat menghindar darinya. Sikap ikhlas menerima ini akan menjadi sumber kekuatan utama dalam menghadapi pandemi covid-19 ini. Perasaan tidak berdaya dan betapa manusia itu adalah makhluk kecil di hadapan Tuhannya membuat kita terhindar dari rasa panik. Upaya mendekatkan diri kepada yang Maha Pencipta diperlukan dalam menghadapi tekanan emosi ketika menghadapi masalah apapun di kehidupan ini. 

2. Membentuk Emosi Positif

Sebisa mungkin hindari membaca berita negatif yang berlebihan selama pandemi covid-19 ini. Apalagi banyak informasi yang terkadang belum jelas kebenarannya alias hoaks. Tetap update dengan berita perkembangan terbaru covid-19 perlu dilakukan dalam menentukan langkah antisipasi ke depan. Namun jangan sampai berita tersebut memperburuk emosi negatif kita seperti cemas berlebihan, berburuk sangka dan curiga yang tidak beralasan.

3. Melakukan Kegiatan Positif

Jika sebelumnya kita mungkin memiliki daftar kegiatan bersama keluarga yang sempat tertunda, maka inilah saat yang tepat melakukannya. Seperti kegiatan bercocok tanam di halaman rumah, memasak makanan/cemilan kesukaan, bersih-bersih rumah, dll. Jangan lupa libatkan si kecil ya! Walaupun akhirnya akan sedikit merepotkan, tapi yakinlah anak-anak juga akan terhindar dari stress.

4. Edukasi si Kecil

Terkadang hal yang memicu stress seorang ibu adalah karena tidak memahami jeritan hati si kecil. Percayalah, mereka juga sebenarnya mengalami stress seperti kita ketika pandemi ini terjadi. Bedanya, kita sebagai orang tua mungkin sudah paham apa yang terjadi, tetapi belum tentu dengan anak-anak. 

Berikan penjelasan kepada si kecil, terutama balita, dengan bahasa yang mudah mereka pahami. Jelaskan apa itu corona dan mengapa tidak boleh bermain di luar rumah dan berinteraksi dengan orang luar. Tetap diingat bahwa rutinitas bermain tetap harus dilakukan di rumah bersama orang tua untuk meminimalkan kekhawatiran mereka.

5. Jangan Lupa “Me-Time” ya Moms!

Stress itu dapat menekan sistem kekebalan tubuh, sedangkan kita butuh kekebalan tubuh yang maksimal untuk menangkal virus jahat seperti corona. Nah, langkah mengelola stress untuk ibu rumah tangga bisa dilakukan dengan memberikan waktu dan perhatian lebih untuk “Me-Time”.

Kira-kira ‘Me-Time” apa yang paling disukai nih moms? Kalau saya, kegiatan me-time yang paling saya sukai adalah:

  • Nonton streaming kajian di media sosial seperti di youtube atau facebook,
  • Nonton review skincare dari channel favorit, walaupun sebenarnya saya malah jarang banget skincare-an
  • Download resep masakan dan camilan sederhana di youtube. Walaupun dieksekusinya entah kapan, yang penting download aja dulu. Yaa kaan? 
  • Nonton live jualan orang di marketplace, terutama akun jastip yang lagi live di mall-mall Jakarta. Berasa ikutan jalan-jalan walaupun hanya lewat smartphone
  • Baca buku bareng anak-anak. Karena kalau sudah malem mereka kebiasaan dibacain buku sebelum tidur. Saya juga jadi enjoy menjalaninya karena berasa makin dekat dengan si kecil
  • Kalau ada waktu, berkebun menanam sayur-sayuran di halaman depan rumah
  • Download dan nonton film  kartun kesukaan si kecil di youtube

Yaah, begitulah kira-kira kegiatan me-time versi saya. Sebagian besar memang melibatkan smartphone  dan koneksi internet. Karena ibu-ibu udah paham lah yaa, kegiatan scroll-scroll media sosial, nonton video/ live streaming di youtube atau mungkin main game online buat yang suka itu adalah kegiatan menyenangkan bagi ibu-ibu. 

Agar kegiatan me-time tetap berjalan lancar, saya menggunakan kartu perdana Internet #UnlimitedMAX dari Telkomsel. Kartu yang satu ini memang keren banget menurut saya. Koneksinya wuzz wuzz tanpa hambatan, tanpa lemot dan no drama. Harganya tergolong murah banget untuk akses internet tanpa batas alias unlimited.

Selama menggunakan kartu perdana Internet #UnlimitedMAX dari Telkomsel Alhamdulillah saya terhindar dari stress karena bisa terus berkreasi dan refreshing tanpa batas #GayaUnlimited walaupun hanya seorang ibu rumah tangga. Yuk moms langsung aja deh buktikan sendiri dengan membeli kartu perdana Internet #UnlimitedMAX dari Telkomsel di outlet terdekat. Harganya Cuma sekitar Rp 20ribuan bisa bikin me-time lebih berharga dan bikin #GayaUnlimited walaupun di tengah pandemi Corona. Info selengkapnya langsung aja cek di tsel.me/unlimitedmax ya.

2 thoughts on “Kiat Mengelola Stress bagi Ibu Rumah Tangga di Tengah Pandemi Corona

  1. Bagian Me Time kalau gak pandemi pun harus dilakukan biar gak stress. Tapi entah kenapa ya aku malah bersyukur dengan pandemi ini terasa lebih banyak hikmahnya… dan mungkin kalau punya anak stress dampingin belajar daring aja sih.. secara lihat ibuku dulu aja repot ga sempat nemenin aku buat PR

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s