Kapan Sebaiknya Melakukan Rapid Test?

Beberapa hari yang lalu, suami saya tiba-tiba ditelpon teman dekatnya yang juga adalah tetangga dekat rumah. Sebut saja namanya Pak Jon. Pak Jon ini sudah beberapa hari mengalami batuk dan sesak. Nah, hari itu Pak Jon nelpon untuk diantarkan ke rumah sakit karena merasa penyakitnya sudah semakin parah. Karena lagi musim virus corona, otomatis saya sedikit khawatir jika harus suami yang mengantarkan Pak Jon ke rumah sakit. Saya berusaha bernegosiasi dengan suami agar sebaiknya kita telpon ambulance saja. Tapi suami tidak tega, kelamaan katanya. Sedangkan Pak Jon, sahabat yang sudah seperti saudara sendiri itu, keadaannya sudah parah sekali. Akhirnya, saya hanya bisa pasrah. Semoga penyakit Pak Jon bukan dikarenakan virus yang menyeramkan itu. Sepulang dari rumah sakit, saya langsung mengultimatum suami kalau dia tidak boleh masuk rumah sebelum cuci tangan dan kaki. Masuk rumahpun harus langsung mandi. Waspada boleh kan? Mengingat ada dua balita juga di rumah yang harus dijaga kesehatannya. Setelah suami selesai mandi, barulah saya bisa mendengarkan ceritanya. Alhamdulillah Pak Jon sudah di-rapid test dan hasilnya tidak reaktif terhadap virus.

Aaah, leganyaaa… Apa saya saja yang terlalu lebay yaa? Soalnya suami yang nganterin Pak Jon saja dia biasa-biasa aja sih. Pak Jon emang batuk dan sesak, tidak demam seperti gejala umum yang dihadapi orang terjangkit virus corona. Tapi dua gejala itu saja sudah berhasil bikin saya parno. Tapi syukurlah Pak Jon tidak terjangkit virus corona.

Ah, jadi kepikiran kan, kenapa enggak semua orang yang sakit di-rapid test aja sih? Kan biar enggak bikin was-was gitu kalau sekiranya ada anggota keluarga atau kerabat yang ikut merawat mereka. Sebenarnya, kapan rapid test itu diperlukan? Apakah hanya untuk yang sakit saja? Atau orang yang terlihat sehat pun perlu melakukan rapid test?

Apa itu Rapid Test?

Rapid test adalah suatu metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi yang ada di tubuh seseorang. Antibodi yang dideteksi adalah IgM dan IgG yang dikeluarkan oleh tubuh dalam melawan virus corona. Nah, jadi kalau ada antibodi yang dua ini terdeteksi keberadaannya oleh alat, besar kemungkinan tubuh tersebut sedang atau telah terjangkit virus corona.

Nah, yang perlu diketahui adalah, tubuh memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengeluarkan antibodi tersebut, bahkan bisa sampai beberapa minggu. Jadi ketika melakukan rapid test, tingkat akuratnya termasuk rendah. Itulah mengapa rapid test itu hanyalah skrining awal saja alias test penyaring. Rapid test ini ini bukanlah pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus corona atau yang disebut dengan penyakit Covid-19.

Siapa saja yang perlu melakukan rapid test?

Jika seperti penjelasan di atas, tubuh memerlukan waktu lama untuk mengeluarkan antibodi bahkan berminggu-minggu setelah terpapar virus corona, lalu sebaiknya bagaimana? Apakah semua orang perlu di rapid test saja agar bisa terdeteksi lebih dini? Hmmm, sayangnya sih karena keterbatasan alat, rapid test hanya diprioritaskan kepada  orang-orang yang memiliki risiko terkena Covid-19. Siapa saja mereka?

  1. Petugas kesehatan atau masyarakat yang bekerja di puskesmas atau klinik dan para petugas kesehatan yang menangani pasien Covid-19 di rumah sakit. Mereka adalah orang yang memiliki risiko tertular paling tinggi
  2. Orang dalam pengawasan, yaitu orang yang memiliki gejala demam lebih dari 38 derajat celcius, pilek, batuk, gangguan pernafasan
  3. Orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif corona dan atau pasien dalam pengawasan (PDP)
  4. Orang yang memiliki riwayat perjalanan ke area transmisi baik lokal maupun luar negeri
  5. Masyarakat dengan profesi yang interaksi sosialnya tinggi seperti TNI, polisi, ulama, petugas bandara, pedagang pasar, dll)

Dimana bisa melakukan rapid test?

Print

Tahukah kalian bahwa akses layanan rapid test drive thru bisa dilakukan melalui aplikasi Halodoc? Jadi kalian dengan kriteria yang sudah saya sebutkan di atas tadi sangat perlu melakukan rapid test guna mendeteksi lebih awal adanya infeksi virus corona. Layanan rapid test yang disediakan Halodoc berlokasi di jabodetabek menggandeng beberapa rumah sakit sebagai mitranya. Pemeriksaan rapid test ini menggunakan sample darah yang diuji untuk mendeteksi imunoglobulin. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, imunoglobulin adalah antibodi yang terbentuk saat tubuh terinfeksi virus. Caranya gampang banget, tinggal download aplikasi Halodoc di Hp kalian kemudian tinggal pilih waktu dan tempat untuk melakukan rapid test. Ikuti instruksi yang ada, selesai deh. Untuk info lebih lengkap kalian bisa langsung download aplikasi Halodoc sekarang ya! 🙂

Stay safe kawan-kawan. Semoga semua bisa kembali normal seperti sedia kala yaa… Oiya, kalian ada punya pengalaman tentang rapid test? Share di kolom komentar yuk!

Baca juga: Tips Mudah dan Aman Memilih Aplikasi Dokter ke Rumah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s