Anak Aktif itu Sehat, Anak yang Aktif itu Cerdas!

Halo mak emak super women sejagat rayaa! Punya anak yang aktifnya super duper minta ampun? Kalau dibawa jalan ke mall kerjanya lari-larian kesana kemari. Kalau dibawa ikut ngantri di bank enggak bisa diem. Kalau dibawa main ke rumah si mbah kerjanya teriak-teriak. Lah apalagi kalau diajakin main ke taman bermain anak, udah kebayang dah tuh enggak bisa diem dan enggak mau diatur. Hihi anak saya banget ini mah πŸ˜€

Iya, anak pertama saya, Yusuf, umurnya sudah menginjak 2 tahun di bulan November 2018 yang lalu. Masih 2 tahun 1 bulan dan masyaAllah dan Alhamdulillah anaknya aktif. Dibilang hiperaktif sih menurut saya enggak yaa..Menurut saya Yusuf itu berada dalam β€œaktif” yang wajar dan normal.

Karena berdasarkan dokter dari Amerika Serikat dan penulis buku β€œParent Tips” Dr. Marilyn Heins, MD. perilaku aktif pada anak usia 2-3 tahun yang tak mau diem itu normal kok.Β  Hal ini dikarenakan perhatian mereka (anak usia 2-3 tahun) itu relatif pendek sehingga mudah bosan dan akhirnya cenderung mencari kesibukan sendiri. Apalagi kalau punya orang tua yang agak cuek, duh sudah pasti akan sibuk sendiri lah anaknya.

Nah, anak saya juga kadang begitu sih yaa.. Saya, dibilang orang tua cuek dan membiarkan anaknya bermain dan memecahkan masalah sendiri juga bukan kok. Malah saya berhenti bekerja untuk menjadi full time mother di rumah. Hanya saja memang tidak dapat dipungkiri, kadang kalau udah waktunya mengerjakan hal lain seperti menyiapkan makanan dan membersihkan rumah dan anak-anak masih mau main yaa saya biarkan saja main sendiri πŸ˜€

Oiya ditinggal main sendiri juga enggak lama-lama amat. Si emak juga khawatir juga lah kalau ninggalin anaknya tanpa pengawasan. Yaah syukurnya karena saya sudah membuat keputusan untuk berhenti bekerja demi menjadi full time mother jadinya emang kebanyakan waktu saya luangkan hampir 24 jam untuk mendampingi anak-anak bermain. Karena menurut saya jiwa anak-anak ya bermain, mau enggak mau ya sifat aslinya begitu, ya kan mak?

odong odong
Nah, kalau lagi bosen mainnya itu-itu aja dan emaknya juga lagi lelah paling pelarian terakhir adalah naik odong-odong πŸ˜€

Aktif itu Sehat!

Aktif itu sehat mak! Selagi dia lari-larian kesana kemari, ketika dia tak mau diam dan ketika dia bermain sambil teriak dan bernyanyi itu tandanya anak kita sehat. Kalau punya anak balita yang kebanyakan diam dan tidak banyak gerak baru deh kita harus khawatir. Jangan-jangan dia sedang sakit? Nah, makanya kalau anak masih aktif itu harus disyukuri ya mak *Alhamdulillah…

Aktif itu Cerdas!

Mak udah tahu belum kalau ternyata anak aktif itu juga merupakan tanda anak cerdas lhoo! Berdasarkan artikel yang saya baca di situs Halodoc bahwasanya Dr. John Ratey pakar klinis dan psikiatri dari Harvard Medical School dalam penelitiannya menjelaskan manfaat anak aktif terhadap perkembangan otak anak.

Menurutnya, aktifitas fisik yang dilakukan anak-anak seperti lari kesana kemari, melompat-lompat, itu dapat melepaskan protein yang disebut Brain Derived Neurotrophic Factor yang dapat membantu memelihara sel otak sekaligus meningkatkan kecepatan sinyal sel otak serta kesehatan neuron.

Selain itu, aktifitas fisik juga dapat membantu meningkatkan aliran darah, meningkatkan pertumbuhan sel dan meningkatkan ukuran otak pada anak, sehingga dapat juga memicu otak untuk berkonsentrasi, lebih tanggap terhadap peristiwa, lebih cepat memproses informasi dan menajamkan memori daya ingat.

Mengakomodasi Keaktifan Anak

Jadi mak, anak aktif itu anugerah yang harus disyukuri yaa.. Sekarang tinggal bagaimana kita sebagai orang tua untuk mengakomodasi keaktifan anak agar proses perkembangan kecerdasannya tidak terhalang. Karena seperti yang sudah dijelaskan tadi, anak aktif itu adalah tanda anak yang sehat dan cerdas.

Menurut saya, ada beragam cara yang bisa dilakukan orang tua dalam mengakomodasi keaktifan sang anak, seperti hal-hal berikut ini:

  1. Membebaskan anak untuk bereksperimen, jangan batasi ruang gerak anak hanya karena takut kotor atau kekhawatiran lainnya yang berlebih.
  2. Mengajarkan anak membereskan mainan sebagai bentuk tanggung jawab atas kehebohan yang dilakukannya.
  3. Mengijinkan balita membantu pekerjaan rumah tangga. Iyaaa enggak apa-apa mak sapunya direbut si dede sebentar, kan anak aktif adalah ciri anak cerdas πŸ˜€
  4. Membiarkan anak bermain dengan mainan yang disukai. Lumayan bisa mengalihkan fokus si anak dan bisa buat dia duduk tenang walaupun hanya sebentar.
  5. Arahkan anak pada kegiatan yang disenanginya. Kegiatan outdoor seperti berenang, main balap lari dan main bola bisa banget membuat anak lelah dan akhirnya bisa tidur pulas.

Masih banyak sih sebenarnya kegiatan yang bisa dijadikan wadah untuk menyalurkan keaktifan si kecil, secara garis besarnya sih itu. Yang saya paling suka adalah poin terakhir, mengajak anak-anak bermain di luar ruangan alias outdoor. Karena selain bisa menyalurkan sifat aktif si kecil, bisa juga bikin mereka lelah dan akhirnya bisa tidur pulas. Si emak tinggal lanjutin pekerjaan yang tertunda.

Kalau saya, kegitan outdoor rutin yang dilakukan bersama anak-anak hampir sekali seminggu adalah berenang dan main ke taman bermain anak. Memang kebetulan kolam renang anak dan taman bermain lokasinya dekat dari rumah. Kalau musim hujan begini, opsi satu-satunya yaa ke taman, karena kalau berenang pasti airnya dingin banget.

Seperti sore tadi, walaupun malemnya abis hujan, tetep aja paginya nyempatin diri menemani si kecil Yusuf bermain di Taman Selagalas – Mataram. Di sana sepi, karena emang cuacanya mendung, tapi si Yusuf malah tetep bisa heboh lho! Ya iyalah, tempat mainnya bisa dikuasai sendiri ini πŸ˜€

 

Duh kalau diajakin main ke taman begini pasti enggak ada bosannya πŸ˜€
Semua permainan dicoba-coba, sampai naik ke tempat yang tinggi pun enggak ada takutnya hihi..

Alhamdulillah yaa, anak masih diberikan sifat aktif yang artinya dia itu sehat. Kalau udah ngebahas tentang kesehatan anak, untuk menunjang anak tetap aktif juga harus diimbangi dengan nutrisi yang lengkap dong pastinya. Kalau saya, karena Yusuf sudah disapih maka bentuk tambahan nutrisi yang paling tepat yang bisa saya berikan selepas ASI adalah memberikan susu UHT.

minum susu

Nah, kebetulan susu UHT yang paling disukai Yusuf adalah susu Indomilk UHT Kids yang Full Cream. Saya bersyukur sekali Yusuf tidak alergi susu UHT sehingga kebutuhan kalsiumnya dapat terpenuhi dengan baik selepas ASI. Syukurnya lagi, susu UHT yang disukai Yusuf itu cocok dengan kriteria yang saya inginkan, yaitu susu tinggi kalsium tanpa tambahan gula dan garam. Hari gini mak, dengan berbagai macam makanan dan snack anak yang ada di luar sana, takut banget kan kalau anak-anak kelebihan gula. Nah, susu Indomilk full cream for kids ini solusi lah menurut saya.

 

Informasi nilai gizi yang terdapat pada Indomilk UHT Kids Full Cream ini sudah sangat lengkap untuk memberikan nutrisi terbaik buat anak yang sehat dan aktif. Susu yang tinggi kalsium, bernutrisi dan baik diberikan untuk anak umur 1 tahun ke atas.

susu indomillk

Nah, apalagi kemasan susu Indomilk UHT Kids Full Cream ini ukurannya 115 ml yang travel friendly jadi praktis banget dibawa kemana-mana, khususnya ketika menemani si kecil main di luar.

Alright mak, sedikit review susu UHT dari saya ini semoga bermanfaat bagi emak-emak yang masih bingung mau memberikan susu UHT yang cocok buat si kecil yaa!.. Intinya sih susu selepas ASI yang cocok juga sebagai susu untuk anak 1 tahun ke atas menurut saya adalah susu tanpa garam dan gula.

Kenapa harus tanpa garam? Karena kalau anak sampai kelebihan garam bisa menyebabkan kerja ginjal menjadi berat, yang menjadikannya berisiko mengidap hipertensi dan penyakit ginjal ketika dewasa.

Kenapa harus tanpa gula? Karena konsumsi gula berlebih ketika usia dini dapat menyebabkan kerusakan pada gigi dan meningkatkan risiko terkena diabetes dan obesitas.

Tuh kan mak, be smart emak ya! Pilihlah susu UHT yang bernutrisi with no garam dan gula seperti susu Indomilk UHT Kids Full Cream πŸ™‚

Yuk ikutan juga blog competition-nya untuk mereview susu Indomilk UHT Kids Full Cream ini dan menangkan hadiah total belasan juta! Langsung aja intip info lebih lengkapnya di https://mommyasia.id/7402 ya moms! #IndomilkUHTKidsFullCream #AktifItuSehat

capture

Advertisements

One thought on “Anak Aktif itu Sehat, Anak yang Aktif itu Cerdas!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s