Umrah Preparation: Perlukah Meminum Obat Penunda Haid?

Well postingan ini tuh postingan yang super telat banget deh. Alhamdulillah saya dikasi kesempatan untuk mengunjungi baitullah ketika bulan puasa 1439 H yang lalu. Melaksanakan ibadah umroh ketika bulan puasa sekaligus merayakan Idul Fitri di Mekkah memiliki kenangan tersendiri yang enggak mungkin bisa saya lupakan.

Banyak hal yang ingin saya sampaikan dan ceritakan dalam bentuk tulisan blog sederhana terkait pengalaman dan perjalanan saya ke baitullah, namun kali ini saya mau bahas per-tema aja biar enak ngebahasnya. Nah, hal pertama yang mau saya share adalah mengenai obat penunda haid. Sepertinya hal ini adalah hal yang paling menggalaukan yaaa di kalangan ibu-ibu. Sebenarnya perlu enggak sih kita minum obat penunda haid ini saat umroh?

Menurut Hukum Islam

Hmm kalau masalah hukum syar’inya, boleh atau enggaknya meminum obat penunda haid dalam pandangan islam tentunya saya bukanlah orang yang paham betul yaa.. Ada perbedaan pendapat dalam hal ini. Pendapat yang memperbolehkan tentu berlandaskan pada hadits-hadits yang tidak mempermasalahkan wanita meminum obat penunda haid. Sedangkan pendapat yang menyatakan bahwa wanita sebaiknya tidak meminum obat penunda haid adalah lebih kepada perkara hati. Bahwasanya ridho dalam segala hal yang ditetapkan dan ditakdirkan Allah adalah lebih baik, termasuk masalah haid.

Ulasan lengkapnya bisa dibaca pada sumber berikut ini yaa:

Rumaysho.com: Penggunaan Obat Penghalang Haidh

Menurut Kesehatan

Nah, bagi yang memegang pendapat yang pertama yaitu pendapat yang memperbolehkan meminum obat penunda haid ketika umroh maka hal yang harus diperhatikan selanjutnya adalah masalah kesehatan. Jangan sembarangan meminum obat penunda haid ya! Walaupun obatnya bisa dibeli bebas di apotik. Sebaiknya jika memang berniat menunda haid harus dikonsultasikan terlebih dahulu ke ahlinya. Pada kasus yang saya alami, saya memilih pendapat yang memperbolehkan. Nah, karena saya masih dalam keadaan menyusui maka saya konsultasikan dulu ke dokter kandungan.

Pengalaman saya berkonsultasi ke dokter kandungan adalah waktu itu saya diperiksa dulu kondisi rahimnya melalui pemeriksaan USG. Alhamdulillah semua normal. Saya disarankan untuk tidak mengonsumsi obat penunda haid karena sebenarnya masa-masa menyusui bisa dibilang penunda haid alami. Walaupun demikian, dokter tetap memberi resep obat dengan catatatan tidak boleh dikonsumsi kecuali ada flek yang menandakan akan datangnya haid. Obat yang dikasi sama dokter namanya Regumen.

regumen obat penunda haid

Nah, itu pengalaman saya, tidak diperbolehkan meminum obat penunda haid kecuali sudah ada flek. Lain halnya dengan teman saya, dia malah disuruh minum obat penunda haid satu bulan sebelum perkiraan haid selanjutnya (sekitar satu bulan sebelum keberangkatan). Tuh, masing-massing orang itu beda. Apalagi ini menyangkut sel telur yang ada di dalam rahim kan bahaya yaaaa kalau sembarangan. Maka dari itu lebih baik dikonsultasikan aja dulu ke dokter ya kalau mau menunda haid selama umroh.

Oiya, perkiraan dokter ternyata benar. Saya tidak datang bulan selama menjalankan ibadah umroh. Ada syukurnya juga sih, alhamdulillah. Regumennya jadi enggak keminum deh dan masih utuh sampai sekarang.

Okedeh, itu dia sedikit sharing tentang persiapan umroh. Semoga dalam waktu dekat saya bisa kembali menuliskan seputar pengalaman umroh dan persiapannya. Semoga bermanfaat ya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s