Ketemuq: Penyakit yang Hanya Ada di Lombok

Halooo guys! Kita bahas tentang keunikan orang Lombok yuk!

Sesuai judul yaa… Kali ini saya mau berbagi informasi mengenai satu buah penyakit yang hanya diderita oleh orang Lombok!

Tulisan ini terinspirasi dari salah seorang Youtuber Lombok yang mengupload video dengan judul “5 Kebiasaan Orang Lombok”. Video yang diunggah oleh channel Komedi Lombok itu menurut saya unik. Lima kebiasaan orang Lombok yang dijelaskan di video itu bener-bener nyata dan apa adanya. Khususnya kebiasaan nomor empat yaitu “Ketemuq“. Oiya, bagi kalian yang penasaran sama videonya langsung aja yaa search dan tonton di yutub.

Nah, kembali ke “Ketemuq” tadi. Uniknya, jika kita tinggal di Lombok dan suatu hari mengalami yang namanya sakit kepala, tiba-tiba pusing atau meriang, apapun itu penyebabnya. Maka hal yang pertama kali akan dilakukan  oleh para orang tua adalah “Meretus“. Meretus adalah kegiatan yang dilakukan untuk menguji apakah orang yang sakit kepala itu mengalami ketemuq atau tidak.

Meretus adalah mengambil beberapa helai rambut (boleh rambut si pengidap sakit kepala atau rambut orang lain yang menjadi relawan :D) untuk kemudian ditarik dengan sekuat tenaga. Nah, kalau rambut yang ditarik mengeluarkan bunyi “tok!” di ujung akar rambut maka orang yang mengalami pusing/sakit kepala tersebut positif mengidap penyakit “Ketemuq“.

Kata “ketemuq” sendiri diambil dari kata “ketemu” atau “bertemu”. Dalam keyakinan orang Lombok (suku sasak) kalau orang mengidap ketemuq itu artinya dia baru saja “bertemu” dengan seorang yang sudah meninggal tanpa dia sadari. Dengan kata lain ada seseorang yang sudah meninggal yang baru saja menyapanya secara gaib. Karena enggak tahu dirinya di “sapa” oleh makhluk halus tersebut jadinya dia sakit kepala tiba-tiba deh.

Uniknya lagi, masyarakat Sasak yang meyakini dengan sepenuh hati akan adanya peristiwa  “Ketemuq” ini mereka akan merasa membaik atau malah pusingnya langsung hilang setelah mereka diperetus. Sebaliknya, orang yang ketika rambutnya ditarik tapi tidak menimbulkan bunyi di ujung akar rambutnya maka orang tersebut tidak mengalami “ketemuq” alias sakit kepalanya disebabkan karena hal lain, bukan karena disapa oleh arwah orang yang sudah meninggal.

Nah, orang yang berperan sebagai “penarik rambut” dalam proses meretus bukanlah orang sembarangan guys. Mereka biasanya para orang tua yang memiliki kemampuan khusus untuk meretus. Selain karena mereka memiliki keahlian untuk “mencegah” agar rambut tidak tercabut saat meretus, konon mereka juga bisa mengetahui arwah siapa yang mendatangi orang yang ketemuq tadi.

Sampai di sini kalian ngerasa sereeem enggak? 😀 Enggak yaaa? Ya udah deh..

Hmmm…. Saya sendiri sampai sekarang tidak meyakini peristiwa ketemuq ini guys, walaupun saya asli suku Sasak.  Kalau kalian, percaya enggak sih? Alasannya apa?

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s