NTB Berduka

Pada hari ini, Minggu 29 Juli 2018 sekitar pukul 06.40 pagi WITA ketika saya sedang asyik bermain bersama anak-anak dan suami, tiba-tiba terasa getaran yang lumayan dahsyat diiringi suara gemuruh seng kanopi depan rumah… 5 detik berlalu ketika saya dan suami saling pandang seolah mata kami saling bertanya “Ada apa?”. Sontak kami berdua langsung teriak “Gempa!”.

Saya refleks menggendong si kaka yang berumur 1 tahun 8 bulan yang waktu itu duduk di sebelah saya… dan suami segera mengangkat dan menggendong bayi kami yang umurnya baru 5 bulan yang kala itu masih tertidur di atas kasurnya yang empuk.

Kami panik, pintu rumah masih terkunci. Suami mencoba meraba di mana meletakkan kunci rumah. Satu menit kemudian pintu pun terbuka dan lantai yang kami pijak masih dalam keadaan bergetar.

Saya, sambil menggendong si kakak, terdiam terpaku di belakang pintu. “Tidak, saya tidak bisa keluar” gumam saya dalam hati. Ditengah kepanikan saya mencoba mengingat di mana terakhir kali meletakkan kacamata, dan… jilbab!

Saya berlari kembali ke dalam rumah, di tengah detakan jantung yang begitu kencang saya mencoba tenang dan melaju ke arah ruang tengah, sambil menerka-nerka mana dari tumpukan pakaian kering itu jilbab yang saya cari. Akhirnya ketemu! Tidak sempat memikirkan kaca mata, saya pun bergegas berlari ke luar.

Si kaka masih dalam dekapan saya. Matanya memancarkan ketakutan, ini adalah pengalaman pertamanya melihat orang tuanya panik karena gempa. Apa itu gempa, mungkin ia tak tahu. Yang dia tahu adalah dia aman di pelukan mamanya sekarang. Dia memelukku sangat erat. Bibirnya berubah warna menjadi keabuan, dia terlihat pucat.

Sepuluh menit kami di depan rumah, takut ada gempa susulan melanda. Selama itu pun si kakak tidak mau melepas dekapanku. Bahkan untuk berdiri sendiri dia tak mampu. Akhirnya beberapa menit setelah itu kami memutuskan untuk masuk ke dalam rumah, dengan pintu yang kami biarkan terbuka lebar.

Benar saja, baru lima belas menit kami menenangkan diri di ruang keluarga, gempa itu datang lagi. Kami pun ke luar, kali ini ke depan rumah tetangga sebelah. Sambil membincangkan apa yang baru saja terjadi.

Dua puluh menit berlalu, kami pun merasa situasi telah aman dan kami mencoba masuk kembali ke dalam rumah. Doa kami tiada henti, semoga kali ini tidak terjadi gempa lagi. Setelah beberapa jam kemudian, sekitar pukul 10.23 getaran itu terasa kembali. Gempa susulan utuk yang ke-sekian kali.

“Allahu robbi… Inni tubtu ilaika ya Allah.. Ampuni dosa kami…”

Air mata tidak berhenti mengalir, karena di tengah kepanikan yang baru saja terjadi, timeline sudah penuh dengan berita update gempa dan foto para korban. Ternyata, gempa dengan kekuatan 6.4 SR ini telah merenggut belasan nyawa dan ratusan korban luka berat. Belum lagi kerugian yang diakibatkan oleh rumah dan bangunan yang roboh.

Melihat foto para korban anak kecil yang berlumuran darah, mataku tertuju pada anak bayi dan balitaku saat ini. Ngilu rasanya… Terima kasih karena masih melindungi kami ya Allah… Lindungilah juga mereka yang menjadi korban gempa bumi, selamatkanlah mereka, sayangi mereka ya Allah…

Senin 30 Juli 2018 dini hari Pukul 00.20 saat tulisan ini tayang, belum berani rasanya memejamkan mata, takut dan trauma jika nanti akan ada gempa susulan lagi.

NTB Berduka, 29/7/2018

gempa
Pintu masuk Gn. Rinjani yang roboh dan terkena longsor
korban gempa 1
Salah satu bangunan yang roboh
korban gempa
Gedung Puskesmas Sembalun yang juga terkena dampak, pasien terpaksa dirawat di pinggir jalan

 

Advertisements

5 Kuliner Khas Lombok yang Super Pedas

Setelah sebelumnya saya share tentang penyakit unik yang hanya diderita oleh orang Lombok, kini saatnya saya akan berbagi informasi tentang 5 kuliner khas Lombok yang pedasnya minta ampun.

Bukan orang Lombok namanya kalau enggak suka pedas. Sudah kebiasaan turun temurun sepertinya kalau orang Lombok itu enggak afdhol makan tiga kali sehari kalau tidak dengan lauk yang super pedas. Oke, langsung aja yaaa… menurut saya lima macam kuliner di bawah ini adalah beberapa contoh dari makanan terpedas di Lombok, yaitu:

1. Pelecing Kangkung

pelecing kangkung
sumber tertera

Makanan khas Lombok yang super pedas nomor pertama adalah pelecing kangkung. Pelecing kangkung terbuat dari kangkung khas Lombok. Kangkung Lombok memiliki batang yang lebih besar dari kangkung yang ditemui di Pulau Jawa karena kangkung Lombok biasanya ditanam di air sungai yang mengalir. Selain itu, pelecing kangkung juga memiliki citarasa yang khas karena sambalnya dibuat menggunakan terasi khas Lombok yang berbeda dari terasi pada umumnya.

Cara membuat pelecing kangkung yaitu dengan cara merebus kangkungnya terlebih dahulu baru kemudian disuir-suir memanjang. Sambal pelecingnya terdiri dari cabe rawit merah, tomat, terasi Lombok, garam, penyedap dan perasan jeruk purut. Agar lebih nikmat bisa juga ditaburi parutan kelapa dan kacang tanah goreng di atasnya.

Continue reading “5 Kuliner Khas Lombok yang Super Pedas”

Ketemuq: Penyakit yang Hanya Ada di Lombok

Halooo guys! Kita bahas tentang keunikan orang Lombok yuk!

Sesuai judul yaa… Kali ini saya mau berbagi informasi mengenai satu buah penyakit yang hanya diderita oleh orang Lombok!

Tulisan ini terinspirasi dari salah seorang Youtuber Lombok yang mengupload video dengan judul “5 Kebiasaan Orang Lombok”. Video yang diunggah oleh channel Komedi Lombok itu menurut saya unik. Lima kebiasaan orang Lombok yang dijelaskan di video itu bener-bener nyata dan apa adanya. Khususnya kebiasaan nomor empat yaitu “Ketemuq“. Oiya, bagi kalian yang penasaran sama videonya langsung aja yaa search dan tonton di yutub.

Nah, kembali ke “Ketemuq” tadi. Uniknya, jika kita tinggal di Lombok dan suatu hari mengalami yang namanya sakit kepala, tiba-tiba pusing atau meriang, apapun itu penyebabnya. Maka hal yang pertama kali akan dilakukan  oleh para orang tua adalah “Meretus“. Meretus adalah kegiatan yang dilakukan untuk menguji apakah orang yang sakit kepala itu mengalami ketemuq atau tidak. Continue reading “Ketemuq: Penyakit yang Hanya Ada di Lombok”

Cara Membuat SPT Tahunan Pribadi

Cara membuat SPT tahunan pribadi ini saya sengaja tulis di blog dikarenakan pengalaman pribadi saya menjadi seorang blogger. Nih ya guys sekedar sharing aja, menjadi seorang blogger itu kan kadang ada job menulis dari brand atau perusahaan tertentu. Tak jarang mereka kadang meminta nomor NPWP sebagai syarat untuk melakukan pembayaran atas jasa yang sudah kita berikan. Ujung-ujungnya, seorang blogger mau enggak mau ya harus punya NPWP dong guys.

Sebenarnya memiliki NPWP bagi seorang blogger atau sebut saja seorang freelancer yang pekerjaannya tidak tetap sih oke-oke aja. Namun masalah lain muncul ketika harus melakukan pelaporan SPT Tahunan. Lumayan bingung menurut saya, karena kan fee yang kita terima yang dipotong pajak itu enggak seberapa lah wkwkwk *curcol. Maksudnya teh, dari sekian job online yang kita terima, sebagian besar emang enggak perlu melampirkan NPWP, hanya sebagian kecil saja. Nah, yang sebagian kecil ini kan harus tetap dilaporkan to? Bingung aja, karena di form SPT tahunan sendiri kan banyak macem informasi yang harus diisi tuh.

Nah, tulisan kali ini saya mau ngasih tahu aja sih sebenarnya kalau membuat SPT Tahunan Pribadi buat seorang freelancer itu ternyata enggak perlu ribet. Dari beberapa artikel yang saya baca di internet langkah-langkah yang perlu diperhatikan untuk membuat SPT tahunan pribadi adalah: Continue reading “Cara Membuat SPT Tahunan Pribadi”

5 Perabot yang Harus Kamu Miliki Saat Berumah Tangga

5 Perabot yang Harus Kamu Miliki Saat  Berumah Tangga.

Sebagai pasangan yang baru berumah tangga, idealnya memang tinggal terpisah dari orang tua. Dengan tinggal terpisah dari orang tua, kamu akan lebih mandiri. Apalagi sebagai pengantin baru, kamu tentu akan membutuhkan privasi dengan pasangan agar dapat berduaan dengan lebih nyaman bukan?

Bayangkan jika masih tinggal bersama orang tua, kamu pasti akan merasa canggung saat bersama pasangan. Apalagi jika kamu memiliki saudara yang belum menikah. Bisa-bisa saudara-saudara kamu ikutan baper nih. Jadi tidak heran jika setelah menikah lebih banyak pasangan yang memutuskan untuk tinggal sendiri, entah itu dengan cara mengontrak rumah atau tinggal di kos-kosan. Continue reading “5 Perabot yang Harus Kamu Miliki Saat Berumah Tangga”