Sensasi Gudeg Jogja Mbah Lindu

mbah Lindu
Foto by KOMPAS.com/ Wijaya kusuma

Siapa tak kenal Gudeg? Makanan tradisional khas Jogja ini menawarkan rasa yang beragam, mulai dari rasa manis dari sayur nangka muda yang dimasak selama berjam-jam dengan berbagai bumbu dan rempah hingga berwarna coklat kehitaman, pedasnya sambal goreng krecek (kulit sapi) yang disajikan dengan cabai rawit merah utuh. Hingga lauk pauk pilihan seperti telur coklat, ayam kampung, tahu tempe bacem, dan ampela ati yang kesemuanya dimasak secara perlahan sehingga rasa, tekstur dan warnanya sangat menggoda.

Gudeg sendiri sudah menjadi makanan khas Jogja sejak ratusan tahun. Dominan rasa manisnya adalah gambaran dari betapa bahagia kehidupan masyarakat Jogja kala itu, dengan kesuburan tanah dan kekayaan budayanya. Sedangkan gabungan beragam rasa lainnya diyakini sebagai keseimbangan dalam kehidupan.

Ditemukan banyak sekali penjual Gudeg di Jogja. Beberapa diantaranya bahkan sudah mulai berjualan sejak jaman Indonesia merdeka, bahkan ada satu gudeg legendaris yang sudah menjajakan makanan khas ini sejak jaman penjajahan Jepang.

Adalah Mbah Lindu, yang usianya kini hampir 100 tahun, yang masih setia menjual gudeg sejak usianya masih belasan tahun. Beliau masih memasak sendiri semua hidangan yangย  disajikan. Sedangkan untuk berjualan, ia dibantu oleh anak perempuannya.

Warung gudegnya pun masih terbilang sederhana, terletak di pinggir jalan Sosrowijayan, tepat di depan Hotel Grage, Yogyakarta. Walaupun terbilang sederhana dibandingkan penjual gudeg laris lainya, pembelinya selalu mengalir dan tak pernah sepi. Mereka hanya dipersilahkan duduk dan menikmati seporsi gudeg yang dibandrol dengan harga antara Rp. 15.000 hingga 20.000 di atas lincak (bangku panjang tanpa sandaran punggung).

Jika teman-teman ingin membawa sepaket gudeg jogja sebagai buah tangan, lengkap dengan berbagai lauk pauk pilihannya, teman-teman bisa mendapatkannya dengan harga mulai Rp 50.000 saja. Gudeg paketan ini terkenal dengan nama gudeg besek, karena semua masakan diletakkan di dalam kotak bambu yang dikenal dengan nama besek dalam bahasa Jawa.

Sayangnya, belum ada keturunan mbah Lindu yang percaya diri untuk memasak sendiri gudeg legendaris ini beserta seluruh hidangan pendampingnya. Dalam usianya yang renta, mbah Lindu bersikeras untuk selalu turut serta dalam proses memasak hingga saat ini.

Walaupun untuk persiapannya, ada beberapa orang yang ikut membantu mbah Lindu, namun mbah Lindu-lah yang selalu mengontrol kualitas dan rasa gudeg jualannya. Itulah salah satu keistimewaan gudeg mbah Lindu, yang rasanya tidak pernah berubah walau sudah puluhan tahun.

Jika teman-teman penasaran dengan rasa gudeg di warung tertua di Jogja ini, silahkan mampir di Jalan Sosrowijayan. Bingung dengan transportasi menuju warung gudeg mbah Lindu? Jangan khawatir, teman-teman dapat menggunakan layanan dari Omocars.com untuk menyewa mobil di Jogja dengan harga yang sangat terjangkau. Menariknya, kalian hanya perlu mengakses lewat laman Omocars dan mobil pilihanmu akan langsung datang ke alamatmu. Praktis dan super hemat bukan?

 

Advertisements

6 thoughts on “Sensasi Gudeg Jogja Mbah Lindu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s