Pengalaman dan Suka Duka Memberi ASI untuk Si Kecil

Setelah satu setengah tahun menikah akhirnya kami (saya dan suami) dikaruniai anak laki-laki yang sehat wal afiat alhamdulillah. Perjuangan dan usaha kami untuk memiliki anak akhirnya membuahkan hasil yang membahagiakan setelah beberapa kali bolak-balik ke dokter kandungan untuk program hamil.

Cerita pengalaman saya mengikuti program hamil juga pernah saya ulas sekilas di postingan saya: Cerita di Balik Kehamilan Anak Pertama.

Selain itu, pengalaman saya melahirkan anak pertama secara normal di bidan polindes juga pernah saya tulis di sini: Pengalaman Melahirkan Anak Pertama Secara Normal.

Pada postingan kali ini saya mau sedikit bercerita mengenai perjuangan memberikan ASI untuk anak pertama saya. Karena jujur saja, perjuangan mengASIhi si kecil bukanlah perkara yang mudah. Masing-masing ibu pasti memiliki pengalaman tersendiri mengenai hal ini.

ASI Pasca Melahirkan

Setelah melahirkan anak pertama, jika teman-teman pernah membaca postingan saya sebelumnya, anak saya sempat mencicipi yang namanya sufor atau susu formula. Terlepas dari pro dan kontra sufor, saya tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anak saya. Namun, kondisi yang ada saat itu tidak memungkinkan.

Menjelang hari kedua pasca melahirkan, walaupun saya tetap menyusui si kecil tapi ASInya tidak kunjung keluar. Si dede rewelnya minta ampun, karena kasian dan khawatir kalau dia dehidrasi (dan sudah memasuki hari kedua) maka saya memutuskan untuk memberikannya sufor. Awalnya si dede sempat nolak, tapi beberapa jam kemudian akhirnya dia mau menyusu pake dot.

Keesokan harinya barulah ASI saya keluar, rasa syukur dan bahagia yang saya alami luar biasa, tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Awal mula kemunculannya sih saya enggak terlalu sadar gimana, yang jelas waktu itu ketika saya bangun tidur saya sudah melihat ada rembesan air yang lumayan membasahi baju saya. Alhamdulillah, buru-buru saya berikan ke si debay. Setelah tiga hari menunggu, airnya keluar sangat deras dan si dede menyusu sangat kuat, bisa dibilang selang satu jam setelah pemberian ASI dia bangun lagi karena kehausan. Dan sekalinya nyusu sampai berjam-jam.

Pengalaman Selama Menyusui

Pengalaman saya memberikan ASI kepada si kecil pastinya ada suka dukanya. Tapi secara keseluruhan tentu lebih banyak sukanya. Pertama, ASI saya keluar lumayan deras dan banyak. Sampai merembes ke baju dan  kadang ketika bangun tidur pada pagi harinya saya demam menggigil. Demamnya karena ternyata baju sudah basah seperti abis mandi hujan. Padahal saya sudah memberi lapisan kain sebagai breast padnya. Menurut pengalaman saya, ASI keluar banyak sepertinya karena faktor makanan yang saya makan. Tiap hari saya makan sayur yang hijau-hijau seperti bayam, daun katuk, daun kasturi, daun kelor dan sayur mayur lainnya. Untuk lauk saya banyakin protein dari telur dan ikan. Selain itu, intensitas makan saya juga bertambah seiring seringnya si debay menyusu. Setiap selesai menyusu, saya lapernya minta ampun moms!

menyusui
source: Pixabay

Kemudian pengalaman yang kedua adalah ketika seminggu setelah pemberian ASI itu payudara saya tiba-tiba sakitnya luar biasa. Seperti ada benjolan kecil berwarna putih ke-kuning-kuningan di area puting. Kala itu sakitnya sungguh sungguh amazing moms! heuheu. Kata orang sih karena dulu ketika hamil saya jarang membersihkan area payudara sehingga ada kotoran yang membuatnya tersumbat. Walaupun sakit, waktu itu tetap saja saya berikan ASI untuk si bayi. Karena kata orang tua juga itu sebagai obatnya. Walaupun sambil nangis ketika memberikan ASI dalam keadaan nyeri, akhirnya tiga hari  setelahnya rasa sakitnya hilang.

Ketiga, tak jarang ASI saya terbuang sia-sia. Karena ketika menyusui di payudara sebelah kanan, ASI yang sebelah kiri pastinya juga ikutan keluar. Sayangnya waktu itu saya hanya memakai breast pad. Saya belum kepikiran untuk menampung ASI, apalagi kepikiran untuk memerahnya. Ini menjadi suatu pelajaran bagi saya. Seharusnya ilmu mengenai memerah ASI dan menyimpannya saya pelajari jauh hari sebelumnya. Karena bagaimanapun, walaupun stok ASI melimpah, satu tetes ASI yang terbuang itu begitu berharga.

Keempat: Sempat sih kepikiran untuk memompa ASI. Tapi saya keburu parno karena mendengar cerita dan menyaksikan langsung betapa sakitnya proses memompa ASI itu (saya pernah melihat tante saya menangis menahan rasa sakit ketika memompa ASI). Melihat alatnya pun kadang sudah membuat saya takut *duhdasaremakpenakut -_-

Suka duka yang kelima adalah seringnya payudara membengkak akibat terlalu lama tidak menyusui. Biasanya bengkak muncul ketika saya harus beraktifitas di luar rumah yang tidak memungkinkan untuk membawa si kecil. Bengkak yang diiringi rasa nyeri dan sakit yang lumayan menurut saya, itu sangat sangatlah mengganggu. Selain itu, bengkak pada payudara biasanya saya alami hanya di bagian kanan saja karena keseringan si dede menyusu pada payudara sebelah kiri. Seharusnya emang seimbang antara payudara kiri dan kanan. Tapi ada kalanya si dede (mau dipaksa kayak gimanapun) tetap enggak mau menyusu di sebelah kanan. Atau ketika saya harus menyusui di atas motor yang hanya bisa di satu sisi saja yaitu sisi kiri.

Kalau pengalaman selama menyusui yang keenam agak sedikit lucu sih menurut saya, yaitu ketika anak sudah mulai tumbuh gigi wkwk. Lucu aja sih, selain tentu ada rasa sakit ketika payudara tiba-tiba digigit misalnya, si kecil akan tertawa dengan bahagia ketika melihat kita teriak kesakitan. Dan tawanya si kecil itu lhoo moms! Bikin kita enggak bisa ngeluh, walaupun sakit, tetap aja akhirnya ikutan ketawa karena melihat ekspresinya yang nge-gemesin 😀

Menjelang Bulan ke-6

Bagaimanapun keadaannya, saya tetap menikmati yang namanya proses pemberian ASI untuk si kecil. Namun ketika memasuki usia ke-7 bulan, saya mengalami gejala yang aneh. Saya sering merasa mual dan pusing. Tak jarang, saya sering nyuekin si dede dan enggak mau ngasi ASI, padahal dia dalam keadaan haus (duh jangan ditiru deh!). Seriousely, rasa aneh yang saya rasakan bener-bener aneh. Mual, pusing dan enggak nafsu makan! Mungkin itu yang membuat stok ASI akhirnya berkurang dan si dede mau disusui sesering dan selama apapun dia tetap merasakan haus.

Setelah dua bulan mengalami hal aneh ini, akhirnya saya curiga! Yaps, kecurigaan saya mengerucut ke satu hal! Saya hamil lagi!!! Dan benar saja, setelah dua kali melakukan test pack, saya benar-benar hamil… Antara bersyukur dan sedih, karena usia janin sudah memasuki minggu ke delapan di saat si dede berusia delapan bulan.

Drama menyusui ketika kehamilan pun dimulai, dan saya tidak mau berpanjang lebar menjelaskan karena saya sebelumnya sudah menulisnya di sini: Pengalaman Hamil Sekaligus Menyusui.

Mencoba Menyapih

Sebelum mengetahui kalau ternyata hamil sekaligus menyusui itu aman-aman saja, saya sempat menyoba menyapih si kecil. Oiya, tentunya menyusui di saat hamil ini bisa dibilang aman itu ada syarat dan ketentuan yang berlaku ya! Baca selengkapnya di postingan saya: Cerita di Balik Menyusui dan Hamil Muda. Cerita suka dan duka ketika menyapih ada di tulisan itu juga ya moms!

Intinya, saya sampai sekarang tetap menyusui si kecil walaupun dalam keadaan hamil delapan bulan. Karena ASI menurut saya adalah surga pertama di dunia yang dapat saya berikan di golden age anak-anak saya. Selama saya mampu, saya akan selalu berusaha memberikan yang terbaik.

Belajar dari Pengalaman

Well, pengalaman adalah guru terbaik. Saya setidaknya belajar banyak hal dari kehamilan dan kelahiran anak pertama saya. Dulu saya adalah full time mother yang fokus mengurus anak di rumah. Ketika anak pertama saya memasuki usia delapan bulan, di saat itu saya belum tahu kalau saya sedang hamil, saya diterima bekerja di salah satu sekolah dasar swasta di dekat rumah. Sekarang, dalam keadaan bekerja, hamil dan menyusui, tentunya terdapat banyak hal yang membedakan antara kehamilan pertama dan kedua.

Terkait dengan masalah menyusui ini, satu hal yang saya tahu, yang harus saya lakukan, yang belum pernah saya lakukan sebelumnya, adalah saya harus belajar ilmu memerah dan menyimpan ASI! Ketika bekerja, tentunya saya akan lebih banyak meninggalkan anak kedua saya nanti. Sedangkan ASI adalah hal terbaik yang bisa saya berikan.

Di satu sisi, saya dulu pernah parno melihat tante saya yang menahan sakit ketika memompa ASI. Hmm, tapi setelah saya mendapat info dari salah seorang teman blogger kalau ada pompa ASI yang insyaallah nyaman dipakai dan tidak menimbulkan sakit, saya akhirnya mau mencoba. Dan saya dapatkan produk ini dari https://www.mooimom.id/, namanya Silicone Breast Pump.

New Silicone Breast Pump

Dari namanya aja sebenarnya saya sudah percaya sih kalau pompa ini pasti nyaman digunakan karena terbuat dari Silicone. Abis itu ketika saya melihat produknya, hal pertama kali yang berhasil membuat saya lega adalah ini bukan alat pompa yang menyakitkan yang dulu pernah dipakai oleh tante saya!

mooimom breast pump

Terlihat dari desainnya yang elegan dan minimalis, pompa ASI dari Mooimom ini bisa membuat rasa parno saya hilang seketika. Desain mulut siliconenya yang ergonomis tentu bisa menyesuaikan dengan bentuk payudara. Ketika menyusui di sebelah kanan misalnya, pompanya bisa langsung aja ditempel di sebelah kiri dan proses menyusui bisa jalan seperti biasa tanpa harus ribet. Belajar dari pengalaman sebelumnya di mana ASI saya pernah terbuang sia-sia, breast pump dari moimoom ini solusi banget sih menurut saya.

menggunakan breast pump

Cara pakainya pun tergolong sangat mudah, setelah mulut silicone nya menempel di bagian payudara, tinggal tekan aja bagian bawahnya untuk memompa. Yeah, as simple as that 🙂

Oiya, breast pump ini ada tutupnya juga lhoo yaa.. dan ukurannya juga enggak terlalu besar alias tergolong travel friendly.

Ada juga beberapa kelebihan lain dari silicone breast pump ini:

* 100% food grade silicone, tidak mengandung BPA, PVC dan Phthalate
* Dapat dibawa berpergian, mudah disimpan, tidak repot, tidak menggunakan listrik dan tidak memakan banyak tempat
* Desainnya yang kecil dan sederhana membuat proses menyusui menjadi lebih mudah dan praktis
* Tidak akan menimbulkan iritasi, sangat aman dikulit terutama pada area sensitif seperti halnya payudara
* Desain mulut silikon yang ergonomis, sesuai untuk berbagai bentuk payudara
* Desain bagian bawah silikon yang bisa menempel di bidang datar, tidak mudah tumpah dan dilengkapi dengan penutup
* Silikon dapat dipanaskan/direbus, dimasukkan ke dalam mesin sterilisasi maupun microwave dan juga disimpan di lemari es. Silikon Breastpump dapat menahan suhu rendah -20 dan suhu tinggi 250°C

new silicone breast pump dari mooimom
thank god i found this silicone breast pump!

Sebagai gambaran ukurannya, silicone ini memiliki tinggi 15.5 cm, diameter mulut silicone 8.5 cm dengan daya tampung 120 ml.

Bagi para ibu hamil dan menyusui yang ingin memiliki produknya bisa langsung aja belanja di web resmi Mooimom Indonesia yaa moms!. Atau bisa juga berkunjung ke Facebook Fanpage Mooimom Indonesia dan Instagram Mooimom untuk info lebih lanjut.

Thanks for reading my story! Always be a happy mom and happy shopping ya moms! 😉

Advertisements

One thought on “Pengalaman dan Suka Duka Memberi ASI untuk Si Kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s