This is #My2018Resolution, What’s Yours?

Hari ini sudah memasuki tanggal 13 bulan Desember, di penghujung tahun 2017. Yeay! Sudah saatnya membuat daftar resolusi untuk tahun depan ๐Ÿ™‚

Sebelum memikirkan resolusi apa yang ingin dicapai pada tahun mendatang, saya biasanya me-review dulu ke belakang, resolusi apa saja yang berhasil dicapai pada tahun ini.

Me-review Tahun 2017

Well, berbicara tentang resolusi apa yang sudah tercapai di tahun 2017 Jujur saja saya waktu itu tidak terlalu berfikiran jauh mau achieve ini itu. Tahu kenapa? Karena di akhir tahun 2016 adalah momen di mana saya merasakan serunya menjadi seorang ibu baru. Jadi menurut saya itu adalah hal terbesar yang bisa saya capai selama hidup di dunia ini. Kemudian, kesibukan menjadi orang tua baru telah mengalihkan dunia saya, sehingga saya tidak terlalu terpikirkan untuk mengatur resolusi sepanjang tahun 2017.

Baca juga: Cerita di Balik Kehamilan Anak Pertama

Awalnya saya berfikir bahwa saya hanya cukup menjadi ibu professional yang hadir 24 jam membersamai anak-anak saya. Namun belakangan ini, khususnya setelah anak saya menganjak umur enam bulan saya mulai berfikir ulang. Saya bisa melakukan lebih dari itu, saya seharusnya bisa juga bermanfaat untuk khalayak umum. Saya harus mampu berkontribusi lebih untuk lingkungan sekitar, setidaknya harus ada hal yang bisa dibanggakan oleh anak-anak saya kelak.

Akhirnya dengan sisa tahun 2017 yang hanya tinggal lima bulan waktu itu, saya mulai mencari pekerjaan di luar rumah. Tapi saya mengajukan satu syarat khusus untuk diri saya sendiri, yaitu saya tidak boleh menelantarkan anak-anak saya! Apalagi kalau harus mengejar dunia karir yang menjadikan saya lupa diri. Misalnya pekerjaan kantoran yang mengharuskan saya masuk dari pagi sampai sore menjelang maghrib, sudah pasti saya tidak akan memilihnya.

Singkat cerita, akhirnya saya menemukan suatu sekolah swasta di sekitar Kota Mataram, sebuah sekolah dasar islam terpadu. Hati kecil saya berkata, mungkin ini adalah karir terbaik untuk saya. Terlebih saya memang dari jaman kuliah dulu telah menyukai dunia anak-anak. Ketika kuliah saya telah memiliki pengalaman mengajar di lembaga bimbingan belajar. Setelah berumah tangga saya juga gemar mengajar bahasa inggris untuk anak-anak yang tinggal di sekitar rumah. Jadi, mengajar anak-anak sudah menjadi hal yang menyenangkan bagi saya.

Kedua, jika mengajar di sekolah dasar tentunya anak-anak saya kelak tidak akan terlalu terlantar. Karena, tidak seperti kerja kantoran yang harus masuk dari jam 8 pagi sampai 5 sore. Seorang guru itu hanya masuk sekolah sampai jam 2 siang, mentok-mentoknya sampai jam 3. Akhirnya bismillah, saya mencoba melamar di sana dan syukurnya diterima ๐Ÿ™‚

Setidaknya ada satu target besar dalam hidup saya yang bisa dicapai pada tahun 2017 ini, yaitu bisa bermanfaat untuk lingkungan yang lebih luas dari sekedar rumah tangga saya pribadi.

My 2018 Resolution

resolution 2018

Lalu, apa target yang ingin saya capai di tahun 2018? Saya menggunakan foto ini sebagai simbol dari #My2018Resolution versi saya. Why?

Pertama: Ketika saya memilih bekerja di luar rumah, saya akhirnya memilih menitipkan anak saya (Yusuf) di Taman Penitipan Anak Islam (TPA) yang bernaung di bawah yayasan yang sama dengan sekolah dasar islam terpadu tempat saya mengajar. Alhamdulillah TPA ini merupakan salah satu fasilitas yang disediakan untuk guru yang memiliki anak bayi dan balita.

Kedua: Suami saya adalah seorang pebisnis yang baru-baru ini merintis usaha Pizza. Sistem usahanya online. Kerjaannya setiap hari adalah menerima orderan yang masuk via whatsapp kemudian mengantarkan sendiri pesanannya sampai ke rumah pelanggan.

Ketiga:ย  Motor yang kami miliki hanya satu. Suami saya mengantarkan saya ke sekolah pagi sekali ketika Yusuf belum bangun dari tidur pulasnya. Pulang dari mengantar saya, suami harus mempersiapkan Yusuf untuk diantar ke TPA. Dialah yang mengurus mulai dari memandikan, memberikan sarapan dan sebagainya. Baru ketika Yusuf sudah di TPA suami saya bisa bekerja mengantarkan pesanan Pizza ke pelanggan. Nanti ketika sudah waktunya saya pulang, dia kembali yang menjemput saya dan Yusuf.

Keempat: Kadang kalau di saat yang bersamaan ada pesanan pizza yang harus diantarkan ketika jam pulang ngajar saya, dia harus mendahulukan pelanggannya. Kemudian dia datang menjemput saya lengkap dengan box pizza yang menempel di bagian belakang motor. Untungnya box pizzanya bisa dilepas dan dijadikan ransel. Jadilah akhirnya saya yang mengenakan box pizza di bagian belakang sambil membawa tas ransel saya, suami yang menggendong Yusuf di depan, lengkap dengan barang bawaan seperti yang terlihat di foto.

Kelima: Jadi apa resolusi saya di tahun 2018 ini? Saya ingin meringankan beban suami saya dengan membeli motor baru. Saya dari sekarang berencana menabung dari gaji bulanan dan juga dari hasil ngeblog ๐Ÿ™‚

Saya berfikir, jika saya memiliki motor baru suami saya tidak akan repot-repot lagi harus dikejar-kejar waktu antara mengurus bisnisnya dengan bolak-balik menjemput saya dan Yusuf. Saya bisa berangkat dan pulang sendiriย  sambil mengantar jemput Yusuf ke TPA (karena lokasinya yang berdekatan dan satu arah). Setidaknya suami saya akan lebih fokus mengembangkan bisnis yang baru dirintisnya ini ketika saya memiliki satu unit motor baru nanti.

Saya tahu suami saya tidak pernah mengeluh. Dia orangnya pekerja keras. Satu hal yang saya tahu dan yakini adalah dia bercita-cita ingin menjadi pebisnis yang sukses. Siang malam dia habiskan waktu untuk belajar mengembangkan bisnisnya. Sekali seminggu dia pasti pulang tengah malam karena memiliki jadwal rutin bimbingan bisnis dengan mentornya (karena menyesuaikan dengan jadwal mentor yang hanya bisa bertemu di malam hari). Belum lagi ketika ada pelanggan yang menelpon malam-malam ingin diantarkan pizza karena istrinya yang lagi ngidam ๐Ÿ˜€

Tak jarang karena kesibukannya dari pagi sampai malam, suami saya kadang suka kelelahan dan akhirnya ngedrop sehingga butuh istirahat lebih. Kalau udah gitu, kegiatan saya di luar rumah juga sedikit terhambat. Saya tentunya tidak mau membiarkan suami saya sakit lama-lama. Karena saya sangat mencintainya dan dia adalah segalanya bagi saya #uhuuuk ๐Ÿ˜€

theragran M

Oleh karena itu saya selalu sedia Theragran-M dalam pouch yang saya bawa kemana-mana. Alasannya karena Theragran-M ini adalah vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Selain itu, ada beberapa keunggulan Theragran-M yang jadi nilai lebih dibandingan multivitamin lainnya yaitu:

  • Theragran-M sudah diresepkan oleh para dokter selama 40 tahun (sejak tahun 1976)
  • Mengandung multivitamin dan mineral esensial yang lengkap (Vitamin A, Vitamin B, Vitamin C, Vitamin D dan Vitamin E, serta Magnesium dan Zinc) yang terbukti meningkatkan, mengembalikan dan menjaga daya tahan tubuh
  • Theragran-M adalah vitamin yang bagus untuk masa pemulihan dari berbagai macam penyakit yang membutuhkan dukungan daya tahan tubuh yang maksimal.

Jadi, saya tidak terlalu was-was kalau sudah menyediakan Theragran-M ini di rumah. Oiya menurut pengalaman saya, agak terlalu sulit menemukan Theragran-M ini di apotek-apotek umum di sekitar Kota Mataram. Saya pertama kali menemukan produknya di Guardian dan setelah mencoba mencari di apotek lain tidak pernah ketemu. Jadi kalau kalian yangย  tinggal di Mataram dan mau beli produk ini saya sarankan lansung ke Guardian aja yaaa biar enggak muter-muter nyari hehe. Harganya lumayan terjangkau yaitu sekitar Rp 29.000an untuk kemasan yang isinya 4 tablet.

Anyway, apa nihh resolusimu di tahun 2018? ๐Ÿ™‚

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M

Advertisements

45 thoughts on “This is #My2018Resolution, What’s Yours?

  1. Salam kenal, Mbak ^^
    Semoga resolusinya tercapai ya, saya juga berkeinginan yang sama cuma memang belum spesifik ingin mengganti motor baru. Lebih ke membantu ekonomi keluarga supaya suami bebannya nggak terlalu berat.

    -sejenakberceloteh.com-

    Like

  2. Mudahan keinginannya secepatnya bisa terwujud ya mba. Agar bisnis dan pekerjaan mba dan suami berjalan lancar. Aamiin.
    Btw, bisa saya pesan pizza dikirim ke Samarinda? Hehehe

    Like

  3. Semoga keinginannya terwujud secepatnya ya mba. Agar usaha dan pekerjaan mba dan suami berjalan lancar. Aamiin. Bisa pesan pizzanya kirim ke Samarinda mba? ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    Like

  4. super sekali mbaksist,
    Sungguh ane bener-bener tau gimana rasanya mencoba usaha baru itu (fiuh..butuh perjuangan keras dan cerdas) salut untuk suami side yang mampu menjalaninya. Untuk side yang menjadi guru pun itu sangat layak untuk diapresiasi, karena ditangan side lah generasi muda Indonesia berada. semangat bu Guruu.. ^_^
    karenanya untuk 2018 utamakan juga kesehatan, pilihan TheRagran-M ane rasa tepat.
    salam Sukses dan Salam HOKI
    by bedelhoki

    Liked by 1 person

  5. Salut dengan semangatnya, Mbak..
    Semoga apa yang dicita-citakan di ta tahun depan tercapai yaaa..
    Selalu sehat sekeluarga, bisnis yang dijalani makin berkembang, ngajarnya lancar..dan semua resolusi dimudahkan Allah..Aamiin:)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s