Benarkah Rokok Elektrik Bisa Mengurangi Kecanduan Merokok?

Yang kenal sama saya pasti udah tahu kalau saya nggak suka bau rokok. Asapnya itu lhooo… bikin sesak nafas -,-

Alhamdulillah dapet suami yang bukan perokok. Dulu, hal yang pertama kali saya tanyakan ketika pertama kali berkenalan (baca: diajakin nikah) sama suami saya  adalah apakah dia perokok atau nggak. Karena kalau dia (waktu itu) perokok, pasti saya langsung tolak lamarannya hihi.

Anyway, masalah rokok ini emang udah jadi isu klasik yang dihadapi di seluruh dunia. Tak heran, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mencoba berbagai strategi dalam rangka mengkampanyekan berhenti merokok. Nah, katanya nih… rokok elektrik diklaim menjadi langkah awal untuk mengurangi kecanduan rokok. Bener nggak sih?

Apa itu Rokok Elektrik?

Rokok elektrik atau e-cigarette adalah sebuah jenis rokok modern yang pertama kali dikenalkan pada tahun 2003 di Beijing. Rokok elektrik merupakan alat hirup (inhaler) berbasis baterai yang memberikan (menyalurkan) nikotin  secara elektronik dalam bentuk uap, sehingga lebih sering disebut sebagai Electronic Nicotine Delivery System (ENDS).

Jadi, rokok elektrik ini dirancang untuk memberikan nikotin tanpa membakar tembakau. Alhasil rokok elektrik ini tidak ada asap yang ditimbulkan, namun si pengguna tetap merasakan sensasi merokok seperti biasanya. (sumber: klik di sini)

Rokok Elektrik di Indonesia

Di Indonesia, rokok elektrik atau yang lebih terkenal dengan sebutan Vapor atau Vape ini sudah mulai menjadi pilihan baru bagi para perokok. Bahkan sudah menjadi lifestyle tersendiri, khususnya di kota-kota besar.

Uniknya, orang Indonesia itu terkenal dengan tingkat kreatifitas yang tinggi. Termasuk dalam urusan vapor ini, banyak masyarakat yang akhirnya bisa membuat Vapor DIY (do it yourself). Dan kreatifitas orang Indonesia dalam membuat vapor sudah diakui dunia lho! haha hebat yah. (sumber: klik di sini).

Oiya, konon katanya… 30% dari perokok di Jakarta sudah beralih menggunakan vapor. Mungkin karena harga vapor ini tergolong lebih murah dan hemat. Dikarenakan bahan baku cairan or liquidnya yang bisa diisi ulang.

Mengenai peraturan di Indonesia terkait penggunaan dan peredaran vapor sampai saat ini masih belum jelas. Yang pasti adalah penelitian mengenai aman atau tidaknya vapor masih diteliti lebih lanjut. Khususnya mengenai dampak yang ditimbulkan dalam jangka panjang. Karena sejatinya, mau itu rokok konvensional ataupun elektrik, keduanya sama-sama memasukkan zat nikotin ke dalam paru-paru si perokok.

Seharusnya sih diperjelas lagi peraturannya ya.. Mengingat jumlah perokok di Indonesia kan tergolong sangat banyak. Rokok elektrik yang beredar sekarang pun hanya memiliki ijin dari Kementerian Perdagangan.

Rokok Elektrik Bisa Mengurangi Kecanduan Merokok?

Rokok elektrik diklaim sebagai rokok yang ramah lingkungan karena tidak menimbulkan asap dan juga bau. Sejauh ini, belum ada data yang menunjukkan bahwa rokok elektrik terbukti aman sebagai terapi pengganti nikotin. Namun sebagian penelitian menyebutkan bahwa rokok elektrik memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan rokok konvensional. Entahlah, keberadaan rokok elektrik pun sebenarnya masih menuai kontroversi di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Menurut saya, sepertinya pertanyaan “apakah rokok elektrik bisa mengurangi kecanduan merokok” ini yang tahu jawabannya ya si perokok. Apakah setelah beralih menggunakan rokok elektrik, kecanduan terhadap nikotin berkurang? Atau malah sama saja alias tidak membawa perubahan? Jangan-jangan semakin kecanduan? Nah lho! 😀

Bagaimana menurut teman-teman? Bagi yang nggak suka rokok (seperti saya) dikarenakan asap dan bau yang ditimbulkan, sekarang kan udah ada rokok elektrik nih, apakah masih membenci rokok?

Advertisements

34 thoughts on “Benarkah Rokok Elektrik Bisa Mengurangi Kecanduan Merokok?

  1. Saya tetap kurang suka sih. Gara2nya ngeliat di salah satu tempat makan di mall ada 4 orang remaja asik klebas klebus ngisap vape ini. Gayanya petantang petenteng ngalah2in org yg ngerokok beneran huhu

    Like

  2. tp waktu itu sempet heboh cewe yg gara2 ngerokok vape, paru2nya jd berair ato gimana gitu, beneran ato hoax yaa??? kalo beneran kan berarti vape ini lbh cepet malah efeknya.. aku dulu perokok mbak… aku stop stlh nikah, krn suami ga perokok.. jd dia minta aku stop.. awal2 msh diem2 di blkang suami… tp kmudian aku mutusin stop selamanya, stlh liat foto cewe perokok yg mukanya tuaaa bgt pdhl umurnya baru 40… aku serem abis itu ;p.. ngebayangin mukaku jd begitu.. makanya lgs stop total.. vapepun aku ga tertarik…

    Like

    • waah salut mba bisa berhenti total ngerokok! 🙂 semoga bisa dicontoh oleh jutaan penduduk Indonesia yang ngerokok ya mba.. emang kayaknya kalau mau berhenti ngerokok harus ada motivasi dari luar juga ya mba..

      Like

  3. Tapi, kayanya bener deh kak bisa ngurangin kecanduan merokok. Soalnya, ayah aku kan perokok gitu, terus semenjak ada rokok elektrik, beliau ikutan-ikutan beli itu #KebeletGaul *plak
    Dicoba lah vape-vape itu. Daaan akhirnya beliau jadi fokus nge-vape, dan kreteknya pun terlupakan😂
    Katanya sih kadar nikotin nya lebih rendah dari rokok biasa. Terus juga kan si liquidnya itu beraneka rasa, jadi lebih enak katanya -_-

    Like

  4. Temenku banyak banget nih yg nge-vapor, dan ada juga rekan yg memang dulunya pecandj rokok sekarang teralihkan dengan Vape ini… Tp dampak negatif dr vape sendiri ku belum tau banyak mba Baiq hehhe

    Like

  5. Saya perokok dan nyaman dengan merek tertentu. Pernah dengar sih rokok elektronik cuma belum pernah nyoba.

    Pernah berhenti merokok 8 bulan. Tapi sekarang ngrokok lagi. Apalagi ketika nulis, klo nggak ngrokok nggak selesai2 nulisnya.

    Like

  6. Rokok elektrikkah atau rokok konvensional, tetap saja aku nggk suka dengan orang yang merokok mbak! Makanya salah satu kriteria cowok pilihanku no smoking, walaupun sebenarnya ayahku perokok berat. Cukup ayahku sajalah yang merokok, tidak untuk anak dan menantunya!

    Like

  7. Alhamdulillah, saya tdk suka rokok. Almarhum bp saya jg bukan perokok.
    Bahaya rokok dsb sy terangkan pula kpda anak laki-laki sy jg murid2 d sekolah, agar mereka tdk coba2 merokok.
    Rokok elektrik, menurut sy sama sj berbahaya, kl ingin mengurangi kecanduan rokok, ya jngn beli rokok.
    Sayang kl yang dibelikan rokok, mending nambahin buat nafkah anak istri. 😁

    Like

  8. Saya pernah berdiri dekat orang yang menghisap vapor justru asapnya lebih parah dan lebih banyak walau aromanya enak.

    Mungkin untuk menghilangkan kecanduan, seharusnya yang dihisap adalah vape (one push vape) meskipun lebih mahal dari Hit 😀

    Liked by 2 people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s