USG 32 Weeks: Dokter Bilang Jari Jemari Bayi Saya Tidak Ada?!

Setelah sebelumnya saya mempublish postingan saya yang berjudul Cerita Dibalik Kehamilan Anak Pertama, kali ini saya mau lanjutin cerita seputar kehamilan yaitu ketika USG ke dokter di usia kehamilan 32 weeks.

Bagi pasangan yang berbahagia menunggu kehadiran anak pertama, saya dan suami sangat excited dong pastinya. Saya rajin memeriksakan keadaan kandungan saya ke bidan tempat saya berencana melahirkan. Oiya saya emang keukeuh pengen melahirkan secara normal sehingga saya putuskan untuk melahirkan di bidan dekat rumah saja. Karena setelah saya analisa cerita dari beberapa kawan, kalau bersalin di RS kebanyakan (90%) pasti operasi caesar. Dan saya emang susah menemukan dokter rumah sakit yang pro melahirkan normal di daerah saya.

Baca Juga: Pengalaman Melahirkan Anak Pertama Secara Normal

Di usia kandungan yang memasuki minggu ke-32 saya memutuskan untuk memeriksa keadaan debay nya. Kali ini tidak ke bidan, melainkan ke dokter tempat saya promil dulu. Tepatnya di rumah sakit ibu dan anak yang lumayan terkenal di Jl. Bung Karno Mataram.

Walaupun saya dan suami sudah tahu jenis kelamin si debay, di USG kali ini juga saya tetap menanyakan hal itu dan pertanyaan-pertanyaan penting lainnya seperti lingkar kepala, jumlah air ketuban dll.

Setelah semua informasi saya dapatkan, si dokter terlihat sangat khusyu’ melihat ke layar komputer (melihat hasil USG) sembari masih menggerakkan alat USG di perut saya (apa yaa nama alatnya saya nggak tahu haha). Saya sedikit bingung, alatnya muter-muter ke kiri kanan atas bawah bagian perut saya, dan dokternya diam saja nggak ngomong apa apa.

Sambil beranjak dari kursi si dokternya nyeletuk:
“Ibu dan Bapak berdoa saja ya semoga bayinya normal. Soalnya dari tadi saya perhatikan jari jemari bayinya nggak kelihatan di layar” kata si dokter sambil tersenyum pahit (iya, bukan senyum manis).

Loooh? Kok Bisa?? Saya melongo melihat suami yang mukanya juga mendadak muram, kami berdua speechless. Tak sempat menanyakan maksud omongan si dokter, sangking kagetnya kali yaa, kami tetiba saja mengiyakan dan keluar ruangan begitu saja. Si dokter juga lagi buru-buru mau ke lantai dua, hari itu si dokter emang keliatan sibuk banget

Sampai rumah saya dan suami masih terdiam, hanya saling menatap, bertanya-tanya. Kok dokternya tadi ngomong gitu yaa? Maksudnya apa? Tetiba saya sesegukan, nangiiisss!!!

Siapa cobaaaa yang nggak kaget dan sedih denger dokter ngomong kayak gitu! Hiiks T.T

Suami langsung sibuk menenangkan saya. Suami emang (kadang) lebih bisa berfikir jernih di saat seperti ini. Menurut dia sii karena emang si debay nya mungkin posisi tangannya lagi di genggam jadi jari jemarinya nggak kelihatan. Positive thinking ajaa katanya!

Positive thinking siih positive thinking, tapi tetep aja khawatirnya minta ampun. Pikiran udah melayang kesana kemari, ngebayangin yang nggak nggak. Si dokter juga, nggak ngejelasin maksudnya apa.

Mitos Tentang Memotong Rambut Ketika Hamil

Masih sambil nangis, tetiba saya ingat dulu ketika hamil dua bulan saya pernah potong rambut. Alasannya biasa, biar nggak gerah and karena di daerah rumah saya juga cuacanya panas sekali. Karena lokasi salon potong rambutnya dekat dengan rumah orang tua, abis dari salon saya dan suami mampir dulu ke sana.

“Bu, aku abis potong rambut lhoo di salon A. Seneng deh, hasilnya rapi dan si mba-nya juga ramah”

Seketika raut muka ibu saya berubah
“Masyaallah, potong rambut? Kenapa nggak nanya dulu?!”

Waduh, saya juga nggak kalah kaget. Kenapa ibu malah kelihatannya nggak seneng. Setelah berkali-kali menanyakan “Emang kenapa kalau potong rambut, bu?” si Ibu tetep nggak mau ngasi tau alasannya. Beliau cuman bilang “Sudah terlanjur dipotong ini kan rambutnya. Lagian cuman mitos orang tua jaman dulu, nggak perlu tahu lah dek ya entar kamu kepikiran. Kalau kepikiran malah entar beneran kejadian”

Sampai mau pulang pun saya tetap bertanya tapi jawaban si ibu nggak berubah. Baru ketika saya sudah sampai depan gerbang dan suami udah siap narik gas motor, Bapak saya berbisik, sepertinya kasian melihat saya yang dari tadi penasaran.

“Kata orang dulu kalau potong rambut pas lagi hamil entar anaknya lahir cacat. Bener kata ibumu, nggak usah terlalu dipikirin lah”

Saya cuman jawab: “Oalaaah.. Hehe, saya nggak akan percaya lah pak. Kan nggak nyambung, nggak ada hubungannya antara potong rambut dan anak cacat. Ada-ada aja” Sambil mengucap salam dan berlalu pulang ke rumah.

Periksa ke Dokter Lain

Semenjak itu, mitos tentang potong rambut tidak terlalu saya pikirkan. Sampai di hari saya USG di usia kandungan 32 weeks dan si dokter bilang jari bayi saya tidak terlihat, saya tidak hentinya berfikir: “Masa iyaa gara-gara mitos potong rambut itu?”

Nggak perlu pikir panjang, cuss saya memutuskan untuk pergi ke dokter lain yang praktik di RSUD Kota Mataram. Setelah menjelaskan ceritanya secara panjang lebar, si dokter bilang:

“Aduh.. Kok bisa siih dokternya ngomong gitu. Nih ya, saya pun sekarang kalau ditanya perihal si bayi ada jarinya apa nggak ya emang nggak kelihatan atuh. Pertama, usia kandungan yang udah gede kayak gini artinya rahim itu udah penuh, jadi wajar kalau jari jemarinya nggak kelihatan. Kedua, ini dede nya lagi bobo’, jadi tangannya didikepal dan disembunyiin tuh di depan dadanya, keliatan kan?”, kata si dokter menjelaskan gambar yang terlihat di layar komputer.

Agar saya dan suami tidak khawatir lagi, si dokter bersedia menunggu sampai si debay bangun, sambil sama sama berharap agar si debay ngebuka jari-jarinya. Nggak lama setelah itu, si debay bangun! dan si dokter langsung ngarahin kamera USGnya ke arah jari-jari. Awalnya masih dikepal tapi ruas jarinya kelihatan.

“Tuuuh ada ruas jarinya. Walaupun mengepal, tapi ini insyaallah kok bayinya normal. Lihat juga jari kakinya, tuh jempol kakinya besar dan panjang. Lengkap ada 5, kiri dan kanan.”

Kemudian si dokter ngarahin lagi ke arah jari tangan dan kali ini si debay ngebuka jari-jemarinya hingga terlihat jelas kalau ada lima jari di tangan kanan dan kirinya. Duh alhamdulillah si debay dalem perut pinter, tahu kalau orang tuanya khawatir, jadi pas di USG gini dia ngebuka semua jari-jarinya. Alhamdulillah πŸ™‚

Jadi kesimpulan dan hikmah yang bisa diambil:

  1. Mitos potong rambut ketika hamil itu nggak bener. Potong rambut dengan alasan biar bumil nggak kegerahan itu sah-sah saja, nggak ada hubungannya dengan anak yang nantinya (dikhawatirkan) akan lahir cacat.
  2. Jangan dengerin satu dokter aja. Kalau ada info yang rada aneh datang darii satu dokter, jangan takut buat periksa lagi ke dokter lain.
  3. Positive thinking. Dokter yang pertama terbilang masih muda (muda banget), jadi mungkin belum banyak pengalaman tentang cara menyampaikan informasi secara bijak ke pasiennya. Saya sii positive thinking aja (walaupun sempet mewek hihi).

Udah, sekian cerita kali ini. Thanks for reading πŸ™‚

dsc_1148
Alhamdulillah bayi saya lahir sehat, normal dan sempurna πŸ™‚

 

 

sumber featured image: vemale.com

Advertisements

38 thoughts on “USG 32 Weeks: Dokter Bilang Jari Jemari Bayi Saya Tidak Ada?!

  1. Suka dengan kata-kata ini “Duh alhamdulillah si debay dalem perut pinter, tahu kalau orang tuanya khawatir..” Sulit dijelaskan tapi sepertinya memang anak dan ibu itu memiliki ikatan yang kuat yang kadang tidak bisa dijelaskan dengan logika.. Sehat terus ya si Dedenya :))

    Like

  2. Alhamdulillah babynya lahir dengan sehat tanpa kekurangan apapun ya Mba.. Aku malah ngga tau mitos ttg potong rambut itu hihihi secara dulu waktu hamil pun aku potong rambut sampe bondol karena gerah & rontok banget πŸ™‚

    Liked by 1 person

  3. kaget fira waktu dibilang nggak keliatan jarinya. Pembentukan jarinya d trimester 2 mbak. Dan memang kalau janin kan mestinya tangannya mengepal hehe. Kalau cacat berarti mbak konsumsi obat atau bahan yanv berbahaya, ga ada hubungannya sama potong rambut hehe

    Liked by 2 people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s