Cerita Dibalik Kehamilan Anak Pertama

dsc_1150

It’s A Boy! Say Hello to baby Yusuf everyone πŸ™‚

Yeah, setelah menjalani kehamilan yang kurang lebih 39 weeks akhirnya anak pertama saya lahir ke dunia dalam keadaan sehat dan sempurna, alhamdulillah. Baby Yusuf lahir tepatnya di hari Senin (harinya sama kayak emaknya) tanggal 7 November 2016. Lahir dengan persalinan normal di bidan polindes, dengan berat 3,1 kg dan panjang 51 cm.

Namanya anak pertama, pasti soooo excited tentunya! Apalagi bagi pasangan yang baru menikah, menantikan anak pertama itu rasanyaa nano-nano. Harap-harap cemas bin was was gitu deh.

Postingan kali ini saya sebenarnya mau lebih banyak membahas cerita sebelum melahirkan baby Yusuf. Kalau cerita tentang pengalaman ketika melahirkan secara normal teman-teman bisa baca di postingan yang ini: Pengalaman Melahirkan Anak Pertama Secara Normal.

Warning: Bahasa di postingan kali ini agak vulgar, niatnya emang buat berbagi pengalaman. Siapa tahu ada yang nyari info atau sekedar menambah pengetahuan baru buat teman-teman. Jika ada yang kurang berkenan, bisa baca postingan yang lain aja kali yaaa πŸ˜€

Program Hamil di RSIA TRESNA Mataram

Oke, awal ceritanya dimulai ketika saya menjalani program hamil di RSIA TRESNA Mataram. Promil ini saya jalani sebagai bentuk usaha/ikhtiar untuk mendapatkan momongan setelah setahun lamanya saya dan suami menikah tapi belum dikaruniai anak.

Jadi ketika pertama kali datang ke Tresna yang dicek pertama kali oleh dokter adalah keadaan di dalam rahimΒ  dengan USG transvaginal alias dimasukin alat gitu. Nggak sakit, cuman karena pertama kali jadi ngerasa aneh aja. Setelah dicek ternyata semua normal jaya, tidak ada tanda apa-apa yang menunjukkan ke-tidaknormal-an di rahim saya. Di sini dokter nyuruh saya untuk datang lagi di hari ke-2 menstruasi bulan depannya. Katanya mau di cek sel telurnya.

Di hari ke-2 menstruasi saya datang kembali ke sana. Prosesnya sama, USG transvaginal dan ketika di cek ternyata sel telurnya banyak dan besar-besar, berarti tidak ada masalah di sel telur si istri. Oiya, si suami juga harus diperiksa cairannya. Bagaimana jumlah, kecepatan selnya berenang, dll. Hasil labnya juga suami saya fine-fine aja. Dan si dokter menyimpulkan bahwa sebenarnya yang jadi masalah adalah karena memang proses pembuahan yang belum terjadi.

Dokter nyuruh balik lagi di hari perkiraan sel telur itu keluar. Karena pembuahan hanya bisa terjadi ketika sel telurnya keluar dan sel telur itu hanya bertahan selama 24 jam. Di luar dari itu sudah dipastikan tidak terjadi pembuahan. Nah, di sini saya disuruh balik lagi buat dicek tepat di hari ke-15 setelah hari pertama menstruasi. Hari-H cek ke sana, dan benar saja. Sel telurnya keluar di hari itu dan direkomendasikan untuk melakukan hubungan suami istri hari itu juga.

Dokternya juga nyaranin biar hari itu jangan terlalu capek. Kata si dokter, kalau emang bulan depan menstruasi lagi, harus dateng lagi ke sana di hari ke-2 mens nya, buat di cek lagi kalau ada masalah lain atau tidak.

Bulan depannya udah was-was aja, berharap keinginan buat hamil akan segera terwujud. Ternyata ceritanya nggak sampai di sini. Dua minggu sebelum tanggal datang bulan saya mengidap kista bartholin -_-

Pengalaman Menderita Kista Bartholin

Berharap keinginan bisa hamil segera terwujud karena sudah menjalani promil di dokter, malah ternyata saya dikasi ujian baru. Si kista bartholin datang ingin kenalan πŸ˜€

Apa itu kista bartholin? Karena bukan ahli kesehatan, penjelasan mengenai kista jenis ini bisa di search di gugel. Tapi kalau bahasa saya pribadi sih begini: Bartholin itu adalah kelenjar yang terletak di bibir vagina (kiri dan kanan). Kelenjar inilah yang memproduksi cairan pelumas saat berhubungan suami-istri. Jadi, Kista Barholin itu adalah benjolan yang ada pada salah satu sisi bibir miss V.

Penyebabnya bermacam-macam. Kalau pada kasus yang saya alami, kista muncul karena kelebihan produksi cairan plus keputihan. Jadi terjadi sumbatan pada saluran kelenjar bartholin yang bikin cairannya menumpuk dan membentuk kista. Kata dokter sih, kista bartholin ini sebenarnya emang umum menimpa perempuan di atas umur 20th, bahkan bisa tanpa sebab.

Sakit nggak? Tergantung individu, ada yang benjolannya lunak sampai si penderita nggak ngerasa kalau ada kista. Kalau pengalaman saya, suerrr sakit banget. Sampai nggak bisa jalan. Nyerinya ampuuun luar biasa sakitnyaaa. Benjolannya keluar segede telur ayam. Pas periksa ke dokter yang sama di Tresna, beliau nyaranin operasi ringan untuk dikeluarkan absesnya. Tapi karena saya takut (belum pernah ada pengalaman menginap di RS sebelumnya, apalagi harus operasi) akhirnya saya nanya apa ada opsi lain. Si dokter bilang, kalau bisa nahan sakit tunggu aja sampai kistanya pecah sendiri, dan saya hanya dikasi obat pereda nyeri.

Oke, selama seminggu saya hanya bisa berbaring sambil menahan rasa sakit. Berbaring aja sakit, apalagi dibawa duduk dan berdiri or jalan. Tapi alhamdulillah sii, setelah seminggu emang benjolannya pecah sendiri dan itu nggak diapa-apain, hanya minum obat pereda nyeri dari dokter saja.

Akhirnya Muncul Dua Garis di Test Pack

Nah, kebetulan waktu itu kistanya pecah tepat di hari saya datang bulan. Setelah pecah, nggak ngerasa apa-apa lagi. Berasa normal seperti sedia kala. Karena masih ingin melanjutkan promil, sempat kepikiran mau balik lagi ke Tresna, tapi tetiba keinget kata dokter yang bilang kalau sel telur keluar di hari ke-15 dihitung dari hari pertama mens. Saya dan suami akhirnya mutusin buat lanjut ikhtiar tanpa balik lagi ke dokter. Soalnya sekali kunjungan juga biaya lumayan kan..

Next month nya pas mau deket-deket hari yang biasanya saya dateng bulan, perut keram seperti mau mens pada umumnya. Saya sudah pesimis, niatnya mau balik lagi ke dokter kalau emang belum dikasi rejeki. Eh, ternyata udah telat 5 hari dan saya iseng-iseng tes pake TP. Alhamdulillaaah senangnyaaa akhirnya muncul dua garis πŸ™‚

Pas cerita ke suami, mukanya malah speechless, rada nggak percaya. Mukanya kebingungan plus bahagia tentunya. Dia nanya saya tesnya kapan dan pakai apa. Saya jawab pake TP yang dibeli di minimarket yang harganya 2ribuan. Karena dia pengen lebih yakin, si suami nyuruh tes lagi pake TP yang dibeli di apotik harga 20ribuan. Dan hasilnya tetep sama, alhamdulillah πŸ™‚

Kista Batholin Kambuh di Kehamilan 4 Bulan

Kehamilan pertama ini saya jalani dengan rasa bahagia yang luar biasa. Sampai akhirnya di usia kandungan 16 weeks, tetiba di bagian miss V terasa sangat nyeri dan periih seperti terbakar. Pas dicek, Allahu Akbar ternyata kista bartholini yang saya alami sebelum hamil itu kambuh. Kali ini lebih sakit dari yang pertama.

Yang paling khawatir itu suami saya, dia takut kenapa-kenapa sama debay yang dalam kandungan. Dan nggak nunggu lama-lama saya langsung pergi ke dokter. Karena dokter tempat saya promil dulu lagi ke luar kota, saya dan suami mutusin buat ke dokter yang ada di RSUD Mataram yang juga lumayan terkenal.

Sampai di RS, dokternya nggak kalah khawatir. Pertama, karena saya sedang mengandung anak pertama dan kedua karena ini adalah kali kedua saya mengidap kista bartholin ini. Prediksi dokter kapsul kistanya kali ini sudah bener-bener lengket di kelenjar bartholinnya. Kalau udah gini, mau diapain pun si kista bakal kambuh lagi dan lagi ke depannya.

Saya juga tambah khawatir kalau ke depannya si kista dateng lagi sedangkan saya rencananya mau melahirkan secara normal. Ya kalau ada kista di bibir miss V pasti impossible banget bisa melahirkan normal. Akhirnya keputusan dari dokter ya harus di operasi, selain untuk mengeluarkan absesnya, juga biar kapsul kistanya dibakar biar mati sekalian. Oke, saya dan suami setuju untuk melakukan operasi meskipun saya takutnya minta ampun, padahal mah kata dokter itu operasi ringan -,-

Dan syukurnya setelah operasi itu kistanya emang nggak balik-balik lagi dan saya bisa melahirkan secara normal. Semoga emang itu jadi yang terakhir yaa.. Nggak mau lagiiii kena penyakit aneh-aneh gitu ya Allah.. Amiin..

Ceritanya berlanjut di postingan USG 32 Weeks: Dokter Bilang Jari Jemari Bayi Saya Tidak Ada?!

Advertisements

16 thoughts on “Cerita Dibalik Kehamilan Anak Pertama

  1. Duh drama juga ya selama hamil, bacanya juga jadi ikut deg2 an, penasaran pengen baca kelanjutannya. Btw selamat ya mbak atas kelahiran baby Yusuf, namanya sama dgn nama mualaf suami saya,hehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s