Cerita Ceria Lebaran Pertama Setelah Enam Tahun Tak Pulang Kampung

Cerita Asyik Saat Mudik

Setelah Idul Fitri, banyak sekali cerita yang saya dengar dari teman-teman saya tentang  keceriaan yang mereka rasakan saat lebaran dan pengalaman asik saat mudik. Pengalaman menarik juga saya baca hampir di setiap postingan teman-teman blogger. Mumpung masih bulan Juli, cerita pulang kampung saat lebaran memang belum basi untuk dibicarakan.

Dalam postingan kali ini saya juga ingin berbagi cerita asyik saat mudik ke tanah kelahiran saya di Lombok Tengah. Yaaa, boleh lah yaa pulang kampung saya ini disebut sebagai mudik lebaran, walaupun jarak dari tempat saya tinggal saat ini (Mataram) gak jauh-jauh amat (hanya satu jam menggunakan kendaraan) hehe.

Faktanya, walaupun jaraknya gak seberapa, tapi lebaran tahun ini adalah lebaran pertama saya bersama keluarga setelah enam tahun merantau kuliah dan bekerja di Bogor-Jakarta. Sebenarnya Januari 2015 lalu saya sempat pulang ke Lombok, tapi itu hanya sebulan doang untuk mempersiapkan dan melaksanakan acara pernikahan saya hihihi. Nah, sayangnya sebulan setelah nikah saya harus balik lagi ke Jakarta untuk menyelesaikan pekerjaan. Setelah semua kelar, alhamdulillah saya bisa balik lagi ke Lombok pada akhir tahun 2015 atau sekitar 6 bulan yang lalu.

Oke, karena waktu itu saya hanya menetap di Lombok selama sebulan setelah enam tahun “menghilang”, banyak berita dan kejadian di kampung halaman yang telah saya lewatkan. Ada beberapa kejadian yang sedikit menyedihkan, tapi gak sampai mengecewakan, apalagi mengenaskan -,-. Namun untuk momen lebaran kemarin secara keseluruhan sih tentunya seru dan menyenangkan seperti kebanyakan orang.

Baby Zei yang Nggak Mau Digendong Lagi

keponakan

Hal pertama yang saya lewatkan adalah kelahiran keponakan (anak dari kakak kandung saya) yang imut bin gemuk ini. Nama aslinya sebenarnya Zein, tapi saya lebih suka manggil dia dengan panggilan Baby Zei :D. Foto ini saya ambil ketika awal-awal bertemu dengan Baby Zei. Umurnya waktu itu baru 3 bulan dan beratnyaaa ampuuun dah ah! Alhamdulillahnya adalah karena Baby Zei masih kecil, jadi dia anteng-anteng aja kalau digendong sama aunty-nya walaupun baru pertama kali ketemu.

Tapi beda halnya ketika lebaran kemarin. Selesai solat ied, sesuai tradisi tiap tahun saya dan keluarga pergi berkunjung ke rumah nenek di Lombok Tengah. Nah, karena agak jarang ketemu, si Baby Zei tiba-tiba gak mau lagi digendong sama sayaaa -_-. Mungkin karena umurnya udah masuk bulan ke-9 kali yaa? Jadi si doi jiwanya udah pengen bebas kesana kemari makanya gak suka digendong lagi! Eh?

gak mau digendong lagi

Nah, pas saya lagi dalam perjalanan ceritanya saya pengen ngajakin foto bareng Baby Zei. Tapii dianya gak mau dan ngebujuknya susaaah banget! Akhirnya terpaksa pasrah dengan hasil foto seadanya. Si Baby Zei dengan mukanya yang sudah lelah karena dari awal dipegang udah berontak pengen lepas dari saya tapi gak bisa bisa. Dan foto muka saya pun gak kalah hancur, merem melek karena susah nyari momen foto bareng sama  Baby Zei -,-. Aah pasti karena jarang ketemu jadi gini niiiih -_-.

cheesseee

Eh tapi pas nyampe rumah nenek, sebagai tante yang baik saya minta maaf dong yaa hihi. Saya sudah gak memaksa Baby Zei untuk mau digendong lagi sama saya, dan terpaksa saya lepasin gitu aja. Terus saya kasih dah beberapa kue dan eeehh tau-taunya! Dia malah tiba-tiba berubah jadi seneng bin ceria! Pas saya suruh senyum ketika mau ambil foto, dianya malah ketawa lebar. Duuh bocah jaman sekarang yaaa, kalau udah disogok aja cepet banget berubahnya. Pas mau nyoba gendong lagi, dianya malah nangis hahaha ampuuuun -,-.

“Heii, Kamu Siapa?”

kamu siapaa

Yang satu ini adalah anak dari bibi (tante) saya, namanya Aulia. Dulu pas dia lahir saya masih kerja di Jakarta. Karena saya sudah lama gak pulang kampung, permintaan besar saya waktu itu adalah biar bibi saya ngasi nama anaknya ini Aulia dan alhamdulillah ternyata beliau bersedia mengabulkannya 😀

Konon katanya, si Aulia ini selalu nyebut nama saya pas awal-awal belajar bicara. Eh tapi, hari lebaran kemarin pas saya dekati, dianya malah pasang muka jutek seolah olah bilang “Heiii, kamu siapaa mau deket-deket sama akuh?” Hahaha. Saya dan ibunya udah coba jelasin kalau saya itu sepupunya yang kasi dia nama Aulia tapi ternyata usaha kami sia-sia! Dia masih takut juga ngeliat saya. Dan pas saya ngeluarin kamera buat ambil foto, dianya sembunyi gitu dibelakang rok ibunya wkwkwk. Nasiib nasiib.. Eh tapi pas dikasi permen, akhirnya lama kelamaan dia mau juga becanda sama saya! Bocaaah bocaah 😀

Another New Born Baby!

baby yuna

Masih tentang anak kecil, ada lagi nii anak dari bibi saya namanya Baby Yuna :). Kalau yang satu ini alhamdulillah saya sudah di Lombok ketika si baby lahir. Umurnya kurang lebih 2 bulan. Syukur Baby Yuna gak terlalu milih-milih mau digendong sama siapa aja (karena masih bayi juga kaleee -,-). Yaaa saya hanya bisa berdoa semoga nanti kalau udah agak besar Baby Yuna ini tetep mau digendong dan diajakin main sama saya yaa \(^^)/.

Silaturrahmi Keluarga

Tentunya yang menjadi cerita utama ketika lebaran adalah momen berkumpul bersama keluarga. Walaupun selama enam tahun ada beberapa berita duka yang disampaikan ke saya, Alhamdulillah anggota keluarga besar pada lebaran kali ini lengkap semua 🙂

keluarga

Hari Raya Idul FItri memang pas banget untuk dijadikan momen silaturahmi. Apalagi untuk anak rantauan seperti saya, ketika pulang kampung pastinya harus berkunjung kesana kemari mencari sanak keluarga yang lama tak jumpa. Dalam Islam pun kita sangat dianjurkan menjalin silaturrahmi. Selain bisa memberikan umur panjang dan memperbanyak rejeki, silaturrahmi juga bisa membawa seseorang masuk surga lhoo teman-teman.

Sesuai sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Shahih Bukhari (No. 5983) ketika ada seorang laki-laki yang bertanya tentang amalan apa yang bisa memasukkannya ke surga dan menjauhinya dari api neraka, beliau (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda yang artinya: “Engkau beribadah kepada Allah dan tdak menyekutukannya dengan sesuatu pun, menegakkan sholat, membayar zakat, dan engkau menyambung silaturrahmi (dengan orang tua dan kerabat)“.

Nah, bicara soal silaturrahmi… di akhir tulisan ini saya juga mau ngasi info ke teman-teman bahwa dalam rangka Hari Hijab Nasional, Diary Hijaber mengadakan sebuah event menarik nih. Bagi teman-teman yang tidak berhalangan, silahkan catat dan ingat detailnya berikut ini yaaa:
– Nama Acara: Hari Hijaber Nasional
– Tanggal: 07 Agustus 2016 – 08 Agustus 2016
– Tempat: Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng Jakarta Pusat

Yuk! Jadikan event menarik ini sebagai ajang silaturrahmi. Lumayan kan dapat pahala buat nambah bekal masuk surga 🙂 #amiiin. Akan ada banyak kegiatan seru dengan pembicara yang nggak kalah seru juga lhoo pastinya. GRATIS!

WhatsApp-Image-20160721

Demikian postingan saya kali ini tentang cerita ceria lebaran pertama setelah enam tahun tak pulang kampung. Semoga bermanfaat yaa, thanks for reading…


Link Referensi:
Keutamaan Silaturrahmi

Advertisements

68 thoughts on “Cerita Ceria Lebaran Pertama Setelah Enam Tahun Tak Pulang Kampung

  1. Dedek Aulia jangan ngumpet dongggg ^^
    Aku lebaran kemarin juga pulang setelah absen 4kali lebaran.. Ngumpul dan silaturrahim memang menyenangkan. Salam kenal juga ya mbak. Pingin deh ke Lombok

    Like

  2. Keponakannya berarti banyak ya ?
    Wah jadi ketahuan umurnya 🙂
    Lebaran kemarin aku tidak bisa pulang karena memang aku tidak merantaui kemana-mana alias ya tetap dikampung 🙂
    Aulia dan Zen namanya cakep banget.

    Like

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb,Baiqrosmala…

    Memang balik kampung amat mengembirakan apabila bisa bertemu dengan keluarga tersayang. Maka, pasti banyak cerita yang muncul kembali terutama kenangan lama yang tidak dapat dilupakan dan banyak perubahan tentunya berlaku di kampung ya.

    Salam kenal dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    Like

  4. Asyiknya libur lebaran ketemu sanak saudara ya Kak. Apalagi keponakan yang imut gitu. Hepi bukan main. Sayang banget ga diceritain santapan kuliner khas Lombok nih hehe… Eh dulu kuliah di STEI yang di Dramaga itu ya? Semoga kerinduan akan Lombok terus dan terus hidup.

    Like

  5. Alhamdulillah senangnyaa bisa kumpul-kumpul keluarga dan ketemu penghuni baru keluarga yang masih imut-imut beraromakan surgaa..

    Mba Rosmala, saya minta alamat korespondensinya yaa untuk pengiriman buku karena sudah meninggalkan jejek di salah satu tulisan saya. Mohon diinfokam ke alamat e-mail diptra.id@gmail.com atau sms/whatsapp di 081333317743…

    Salam…

    Like

  6. Salam buat dedek Zei ya mba, cakep, imut2, Cinta guemes pgn nyubit, pgn meluk, pgn cium 😍😍😍
    salam juga buat si kecil Aulia…udah pinter ya, ga mau dkt2 sm yg baru kenal,”hei, kamu siapa? Jgn sok kenal deh!” haha 😂
    kl Cinta bs bayangin pst mukanya mbak Baiq wktu itu bengong plus speechless ya mba 😁

    Makasih buat infonya mba, masjid Sunda Kelapa ya? Ah Cinta mau ajak tmn2 ah, mau ikutan insya Allah 😊

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s