Semarak Pawai Takbiran di Kota Mataram

featured

Waaahh Alhamdulillah yaa, sudah sebulan penuh kita melaksanakan ibadah puasa dan akhirnya hari ini (06/07/16) kita bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Selamat Lebaran semuanya! Mohon maaf lahir dan bathin yaa, semoga semua amal kita selama Ramadhan kemarin diterima sama Allah, amiiin πŸ™‚

Oiya, postingan kali ini saya mau berbagi cerita mengenai tradisi menjelang Hari Raya di kota saya. Tradisi ini selalu diadakan setiap tahun dan dimeriahkan oleh puluhan ribu pesertaΒ  se-kota Mataram, apalagi cobaa kalau bukan Pawai Takbiran! ^^

Kebetulan kemarin malam saya bisa mengikuti pawai takbiran untuk pertama kalinya dalam seumur hidup! Hehe.. Maklum dulu karena masih gadis takut banget yang namanya keluar malem sendiri di tengah keramaian kayak gini #alah. Ibu bapak saya pun dari dulu emang gak punya waktu buat ngikutin pawai takbiran karena pasti di waktu yang bersamaan kita masih otewe ke rumah nenek di Lombok Tengah :D. Nah, sekarang kan udah ada suami yang nemenin! (ihiiy)

Alright, pawai se-kota Mataram ini serentak diadakan di tiga titik (correct me if I am wrong) yaitu di Kota Tua Ampenan, Pusat Kota Mataram dan Cakranegara. Kebetulan saya ngikutnya yang di daerah Cakranegara karena lebih dekat dari rumah.

suasana jalan
Suasana Padat di Jalan

Sebenarnya pawainya mulai setelah isya, tapi para peserta sudah mulai berangkat dari lingkungan masing-masing setelah sholat maghrib. Saya sendiri memutuskan untuk berangkat setelah solat isya biar gak terlalu lama nungguin acaranya. Eh ternyata pas saya di jalan (belum nyampe lokasi) itu jalanan udah padet banget! Akhirnya terpaksa turun dari kendaraan dan memutuskan untuk jalan kaki menuju lokasi. Panjang antrean peserta dan penonton pawai ini sepertinya nyampe 5-6 kilometer.

semarak peserta
Peserta Pawai Takbiran

Berdasarkan informasi yang saya peroleh, setidaknya ada 120-an kafilah/rombongan yang mengikuti pawai takbiran se-kota Mataram. Semuanya berasal dari kelompok remaja masjid dari masing-masing lingkungan. Oiya, pawai ini dilombakan lho! Jadi masing-masing kafilah membuat kreatifitas berupa miniatur masjid, bedug ataupun replika ka’bah. Nah, kalau di Cakranegara ini kebanyakan kreatifitasnya berupa miniatur masjid yang ada di lingkungan masing-masing dan beberapa ada yang membawa bedug sebagai pelengkap/instrumen ketika membaca takbir.

semarak malam takbiran
Semarak Pawai Takbiran

Penilaiannya apa saja? Selain kreatifitas berupa miniatur masjid, hal yang menjadi perhatian untuk penilaian lombanya adalah kekompakan peserta, kerapian barisan, semarak lagu takbirannya dan jumlah lampion serta jumlah peserta dalam kelompok. Gak heran, penampilan masing-masing kelompok sangat beragam mulai dari pakaian muslimΒ  sampai alat musik yang dimainkan ketika menyuarakan takbiran.

lampion
Kreasi Lampion Asmaul Husna
miniatur masjid
Kreasi Miniatur Masjid

Untuk meramaikan dan memeriahkan gema takbirannya, masing-masing kelompok peserta memiliki instrumen yang berbeda-beda.Β  Ada yang menggunakan bedug seperti gambar sebelumnya di atas, ada alat musik modern seperti piano, drum, dll. Bahkan ada yang menyetel lagu takbiran versi remix beat gitu, hmmm :D. Dan katanya nii kreasi remaja masjid yang menang lomba nantinya akan dipamerkan di ajang MTQ NasionalΒ  yang berlokasi di Islamic Center NTB pada akhir Juli-Agustus mendatang. Wah, semoga kreasi remaja masjid dari lingkungan saya bisa jadi pemenang yah #hihi.

tips

Terakhir sebelum menutup tulisan ini saya mau ngasi beberapa tips nih bagi yang berniat mengikuti pawai takbiran tahun depan (haha masih lama sii.. tapi gapapa lah yaa..). Sebenarnya bukan cuman pas malam takbiran aja, tapi tips ini berlaku juga untuk event pawai sejenis. Ini dia tipsnya:

Pertama: Jaga terus barang bawaan! Emang sii kegiatan pawai seperti ini biasanya udah ada tim yang ngawal dari kepolisian. Tapi tetep aja ya good readers harus waspada dan hati-hati terhadap barang bawaan. Bila perlu gak usah bawa barang yang aneh aneh bin ribet, cukup handphone dan dompet aja kali yaa. Khusus buat para orang tua yang membawa anak-anak, kudu wajib memantau terus jangan sampai lengah. Soalnya pawai kan pasti banyak orang lalu lalang desak-desakan, kalau lepas dari pegangan bentar aja bisa bahaya.

Kedua: Jangan Lupa Bawa Bekal. Hehe maksud bekal di sini bukan makanan seabrek kayak mau pergi camping yaa.. Tapi lebih kayak jaga-jaga aja sii, minimal bawa botol air minum. Soalnya pasti bakal haus banget kan? Udah pasti juga ada yang jual air minum, tapi biar lebih hemat aja #haha dasar ibu-ibu πŸ˜€

Ketiga: Bawa Duit yang Banyak! Tips yang ketiga ini khusus bagi yang gak suka ribet bawa minum orΒ snackΒ dari rumah alias yang suka laper mata! Yaps, di pawai takbiran ini banyak banget yang jualan makanan! Ada bakso cilok, martabak, kembang gula, es kelapa muda, dll! Hmmm kalau udah capek jalan jauh, pasti bakal laper kan? Dan makanan-makanan yang berjejer di pinggir jalan itu terlihat seperti memaksa perut untuk segera melahapnya -,-

Oiya, tips yang terakhir ini berlaku juga buat yang bawa anak-anak. Di pawai takbiran ini yang namanya odong-odong itu pasti ada! Belum lagi yang jualan mainan atau balon balon karakter yang bisa bikin para bocah nangis teriak-teriak pengen dibeliin hehehe…

***

Okeeh! Itulah cerita di balik serunya pawai takbiran kemarin malam. Bagaimana kemeriahan malam takbiran di daerah teman-teman? Pasti tidak kalah menarik yaa..?!

Thank you for reading! Salam baiqrosmala.com πŸ™‚

Advertisements

18 thoughts on “Semarak Pawai Takbiran di Kota Mataram

  1. Waaah bagus banget ada pawainya. Senang lihat yg begini. Paling nggak suka kalau yg naik mobil isinya cuma orang saja bawa corong & ngebut.

    Like

    • ya mba, alhamdulillah semua pada antusias, tiap tahun pasti ada pawai di malam lebaran. Yang bawa mobil dijamin gak bisa lewat karena padet banget. Thank you udah mampir dimari πŸ™‚

      Like

      • Hahaha kurang tahu kalau aturan boleh ngga ramai-ramai tengah malam, soalnya acara tahun baru suka ramai juga tuh. Iya mba, sabar menanti sampai bisa pulang hihihi.

        Like

    • Hai mba Nel, makasi yaa, mohon maaf lahir batin kalau ada salah hehe.. Iya mba, yang bikin menarik miniatur masjidnya dikasi lampu warna warni, dan lampunya nyala karena ada aliran listrik dari genset mba πŸ˜€

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s