Pengalaman Berburu Beasiswa Kursus Bahasa Asing

Pengalaman Berburu BeasiswaKursus Bahasa Asing

Assalamualaikum good people!

Postingan kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya tentang berburu beasiswa kursus bahasa asing, lebih tepatnya bahasa Inggris. Inti tulisan ini kurang lebih mau curhat and menjalaskan betapa teknologi itu berperan penting bagi para pemburu beasiswa. So, langsung aja ya..

Sebenarnya pengalaman berburu beasiswa sudah saya lakukan sejak saya lulus SMA. Waktu itu mimpi saya cuman satu “Ingin merantau ke luar Pulau“. Saya penasaran bagaimana sii rupanya tempat lain di luar kampung halaman saya? Doa saya cuman satu, saya ingin kuliah gratis di luar Pulau, terserah mau di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimatan, atau Papua! Saya ingin melihat dunia luar. Akhirnya berbagai aplikasi beasiswa saya ikuti, dan impian saya terwujud. Saya diterima kuliah di kampus yang namanya saja saya tidak pernah dengar sebelumnya, STEI Tazkia Bogor. Gapapa, gumam saya dalam hati, niat saya mencari ilmu, alhamdulillah dapet beasiswa sesuai target, dan yang paling penting, saya bisa kuliah ke luar pulau Lombok! Yeay!

(Baca juga: STEI Tazkia Kuliah Berdimensi Ibadah)

Singkat cerita, setelah saya tamat kuliah, keinginan yang menggebu-gebu seperti dulu itu timbul lagi. Kali ini walaupun tema-nya masih sama, ingin melanjutkan pendidikan, tapi tujuannya sedikit berbeda. Jikalau dulu tekad saya mencari beasiswa hanya ingin ‘keluar dari Pulau Lombok’, kali ini tujuan saya ingin ke luar negeri! Saya ingin melihat dunia di luar sana! di luar Indonesia! Seperti mimpi saya ketika SMA, kali ini keinginan saya juga tidak muluk-muluk, hanya ingin kuliah ke luar negeri, terserah deh mau di Eropa, Amerika, UK, Australia or other places. Yang penting I have to take my master degree abroad!

Well, lulus kuliah di akhir 2013 saya sempat bekerja di Jakarta sampai akhir 2014. Selama dua tahun itu saya manfaatkan waktu untuk mencari info-info beasiswa ke luar negeri. Beberapa beasiswa memiliki persyaratan dokumen yang berbeda-beda tapi ada satu persamaannya, yaitu harus punya sertifikat I.E.L.T.S.

Technology(1)

Sebenarnya saya sudah memiliki sertifikat TOEFL ITP dengan score yang lumayan. Namun untuk kebanyakan beasiswa master luar negeri lebih memprioritaskan IELTS. Akhirnya mau gak mau saya harus berusaha sekuat tenaga biar gimana caranya tu sertifikat IELTS saya bisa peroleh secepat mungkin dengan band score minimal 6.5.

Another thought crossed my mind.. Tes IELTS itu kayak gimana? Susah gak sii? Karena selama ini saya baru taunya tes TOEFL ITPย saja. Akhirnya saya searching, googling, browsing di internet mengenai tes IELTS, berapa biayanya dan tempat kursus IELTS bagi pemula. Setelah nemu info, ternyata biaya yang dibutuhkan lumayan banyak! Kalau ditotalkan, biaya kursus persiapan IELTS plus biaya tes IELTS untuk sekali daftar butuh dana sampai 7 jutaan. Aduuh, gaji fresh graduate yang gak seberapa bisa bisa saya gak makan 3 bulan ๐Ÿ˜ฆ

The story goes on.. Terlintas di pikiran: ada gak yaa program beasiswa kursus bahasa asing? Walaupun sebenarnya saya belum pernah denger tentang beasiswa jenis satu ini sebelumnya, saya tetap keukeuh nyari info kesana kemari. Sampai pertengahan tahun 2014 saya belum juga nemu beasiswa yang khusus bantuan untuk kursus bahasa asing (adanya program persiapan bahasa asing dari penyedia beasiswa study-nya langsung, dan itu khusus bagi kandidat yang dinyatakan lulus mendapat beasiswa tersebut).

Technology

God is all powerful and loving.. Tiba-tiba menjelang akhir tahun ada teman lama yang ngasi info di grup whatsapp kalau Kementerian Agama membuka Program Beasiswa Kursus Bahasa Asing untuk angkatan-1. Wahhh senangnya dalam hati! Informasi yang selama berbulan-bulan saya cari di internet ternyata datang menghampiri dengan sendirinya! Alhamdulillah dengan brekembangnya teknologi, saya dan teman lama yang memiliki passion yang sama bisa lebih mudah berbagi informasi.

Gak pikir panjang, saya langsung masuk ke web Kemenag untuk mendaftar program tersebut. Ternyata setelah saya mempelajari, program perdana dari Kemenag ini prosedurnya tidak terlalu ribet. Itu karena semuanya sudah mengandalkan teknologi dimanaย  proses pendaftaran, seleksi dan pengumuman pemenang beasiswanya dilakukan secara online. Pemberian dananya juga langsung ditransfer ke rekening peserta. This is what I call as “Technology makes life easier”.

Setelah melengkapi beberapa berkas (termasuk artikel mengenai keinginan kuat untuk kuliah di luar negeri), kemudian menjawab beberapa pertanyaan yang ada di formulir pendaftaranย online (sebagai proses seleksi) akhirnya saya bisa mendaftar program tersebut tepat pada waktunya. Karena semua dokumen hanya perlu di upload di sistem.

Hari pengumuman kebetulan saya lagi di jalan. Sebenarnya niatnya pengen ngecek web entar aja pas udah nyampe kantor lewat komputer, tapi karena gak sabar saya cek pengumuman melalui hp android saya. Deg-degan dong ya, dan alhamdulillah saya dinyatakan LULUS ! Dari 4.000an username yang terdaftar di web, yang terpilih hanya 80 orang se-Indonesia. Yeay!

DSCN8336

Saya akhirnya memiliki kesempatan untuk kursus sekaligus tes IELTS di Indonesia-Australia Language Foundation (IALF) yang berlokasi di Kuningan Jakarta Pusat. Alhamdulillah semua biaya ditanggung oleh Kemenag mulai dari biaya pendaftaran, biaya kursus, dan tes IELTS-nya. Tugas saya sekarang hanya fokus untuk belajar guna mendapatkan score yang saya targetkan.

Periode kursus dimulai pada bulan Maret 2015. Waktu itu saya merasakan betapa ternyata kemampuan bahasa inggris saya belum ada apa apanya. Karena tes IELTS ini lebih kompleks dari tes TOEFL. Namun alhamdulillah berkat mentor yang berpengalaman saya akhirnya mulai memahami dan mengetahui strategi sukses dalam tes IELTS.

Technology(2)
Bersama David, guru IELTS Preparation Class at IALF, SMILE! ๐Ÿ™‚

Finally, time to face the real IELTS test! Di hari H tes IELTS waktu itu saya lumayan deg-degan. Pengalaman belajar IELTS selama kurang lebih sebulan sekaligus pengalaman saya mengikuti tes IELTS untuk pertama kali mungkin akan saya tuliskan di postingan yang berbeda agar lebih jelas (if anyone interested). Anyway, hasil tes IELTS saya waktu lumayan lah, yang pasti tidak mengecewakan ๐Ÿ™‚

DSCN8333

Alhamdulillah score saya lumayan dan insyaallah ini sudah cukup untuk dipakai apply ke universitas tujuan. My next plan? Berburu beasiswa S2 luar negeri dong pastinya (sekarang masih proses aplikasi)! Jikalau nanti sukses, saya akan share juga pengalamannya di blog ini. Doain ya! ๐Ÿ˜€

Terakhir, saya mau kasih bonus foto ini (I really love this picture). Entah kenapa, udah jadi kebiasaan orang kekinian kali ya harus wefie dulu buat jadi kenang-kenangan sebelum berpisah. Jadi ceritanya niii, biar pas diajakin foto sayanya jadi tambah pede, waktu hari terakhir di IALF saya sengaja mengenakan baju gamis warna ungu muda kesayangan saya lengkap dengan hijab pasmina bunga-bunga warna ungu juga hehe (walaupun akhirnya di foto ini gamisnya gak kelihatan -,-).

Technology(4)

Bule (sebelah kiri) yang pake baju batik cokelat itu namanya Ben, beliau guru favorit saya and he loves wearingย batikย so much ๐Ÿ™‚

Baiklah, sekian dulu cerita pengalaman berburu beasiswa kursus bahasa asing dari saya. Intinya, dengan teknologi sekarang kita jadi lebih mudah mencari informasi. Semoga tulisan ini bermanfaat and thanks for reading ๐Ÿ™‚

Salamย 


Artikel ini diikutsertakan dalam Giveaway Dampak Teknologi Dalam Kehidupan Sehari-hari. Lomba ini diselenggarakan oleh IDCopy.net dan Eliska.id

Banner2

Advertisements

25 thoughts on “Pengalaman Berburu Beasiswa Kursus Bahasa Asing

  1. wahhh.. ada juga yang satu kampus yang slit dikenal oleh bnyak orang,
    mba baoq bolehkah jika berkenan saya ingin berkomunikasi dengan mba, ada bbrpa hal yang ingin sya tanyakan jika berkenan ;))

    Like

  2. Suka banget sama cerita dan usahanya. Saya jg lagi berburu beasiswa s2 keluar negri sih, please share disini juga ya nanti kalo kamu udah dapet ๐Ÿ™‚ saya doain dapet, amin!

    Like

    • Oh iya aku lupa jelasin kalau beasiswa kursus bahasa asing dari kemenag ini khusus bagi kampus di bawah direktorat pendidikan tinggi islam. Coba search aja di web kemenag kali aja di bawah direktorat agama lain ada ๐Ÿ™‚

      Like

  3. bumilll udah daftar ke mana aja? mau dong kuliah ke luar negeri T_T
    beasiswa kursus bahasa asing di kemenag tahun ini belum ada masa hehe. rezeki kamu dew Baraakallaahu fiik

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s