“Anehnya” Kehidupan Setelah Kuliah

cropped-photo-1421091242698-34f6ad7fc0882.jpg
The journey begins

Have been away for few months. Here are some of my stories ^^ Kali ini saya mau berbagi pengalaman saya mengenai rasanya ditolak beberapa kali dan anehnya kehidupan setelah kuliah, enjoy reading..

1. Data Penelitian yang Ditolak

Huhhhfff Jika diingat kembali masa-masa pas skripsian itu…. Hadooh believe it or not! I could be so crazy now. Tapi Alhamdulillah semua bisa berjalan dengan bantuan Allah Swt. Mungkin sebagian orang nganggap hal ini biasa aja, tapi nyelesain skripsi yang cuman dua minggu itu bagi saya sangat gila! Karena terlalu PD alias over confident kalau data skripsi bakal mudah didapat, padahal sudah disaranin ganti judul penelitian dari awal, walhasil baru sadar dari mimpi dua minggu sebelum deadline pengumpulan skripsi! T.T

Jadi seharusnya saya skripsinya pakai data primer (penelitian langsung ke lembaga/perusahaan) karena data yang saya butuhkan waktu itu tidak semuanya ada di website lembaga yang jadi objek penelitian. Setelah saya nyebarin surat permohonan data, ternyata sampai mepet deadline pengumpulan skripsi semuanya baru pada konfirmasi kalau mereka tidak bisa ngasi data penelitian yang saya minta. Akhirnya? Ya kalau mau lulus tahun itu saya harus cepat-cepat ganti judul, walau akhirnya harus mati-matian begadang #jangan ditiru ya.. Waktu itu saya yang salah, nyebarin surat pun seharusnya berbulan-bulan sebelumnya, atau mungkin minimal setengah tahun sebelumnya πŸ˜€

Hmmmm akhirnya saya terpaksa harus puas dengan skripsi yang penelitiannya menggunakan data sekunder dari internet dan meneliti suatu hal yang sudah biasa diteliti. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar… Minggu pertama ganti judul proposal skripsi, seminar proposal ulang, and minggu kedua langsung sidang skrispsi (tidur sehari cuman 3 jam πŸ˜€ #akurapopo T.T) Well… Walaupun juga sempat divonis gak bakal bisa ikut wisuda tahun 2013 gara-gara ngumpulin skripsinya telat beberapa jam, Allah memang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, akhirnya saya pun diberi kesempatan untuk ikut wisuda πŸ˜€ Wisuda_STEI_Tazkia_IX Perlu diingat walaupun saya ngumpulin skripsi mepet deadline bukan berarti saya menunda-nunda ngerjain skripsi lho yaa.. Hampir setiap hari saya menyicil skripsi saya, tapi karena memang ada kesibukan lain di luar kuliah yang memaksa saya akhirnya tidak menjadikan skripsi sebagai prioritas utama kala itu. Eiitss Ini adalah hal yang salah dan jangan ditiru lho yaa teman-teman kalau tidak yakin bisa ngerjain skripsi tepat waktu. Selain faktor waktu, waktu itu data yang saya perlukan tidak terlalu digubris oleh lembaga yang saya jadikan objek penelitian. So harus mengambil keputusan cepat kala itu juga,. Hal ini juga tidak boleh ditiru ya kalau tidak yakin bisa kekejar. Intinya jangan putus asa dan tetap berjuang walaupun data yang dibutuhkan tidak didapat.

2. Lamaran Kerja yang Ditolak

Okeh, masalah satu udah kelar. Dateng lagi masalah yang lain. Yang satu ini menyangkut nasib selepas kuliah alias Dunia Kerjaaaa !!! Waktu pas masih kuliah saya sebenarnya sudah bekerja di salah satu lembaga kemanusiaan di Jakarta. Ada niat untuk melanjutkan kerja di sana selepas kuliah, tapi akhirnya memilih untuk β€œpulang kampong” dulu ke Lombok πŸ˜€ Disana saya (dan 19 orang lain yang menerima beasiswa dari Pemda) diberikan kesempatan untuk mengikuti Tes Seleksi Pegawai untuk ditempatkan di Cabang Syariah Bank Pembangunan Daerah NTB. Setelah lolos Psikotes, tibalah saatnya untuk Tes Kesehatan πŸ˜€ Haha rejeki emang gak kemana guys. Ternyata saya dinyatakan tidak lolos Tes Kesehatan dengan alasan yang bahkan sampai sekarang saya belum tau apa (sakit apakah diriku? :D)

Ilustrasi Tes Kesehatan (sumber: teskerja.com)
Ilustrasi Tes Kesehatan (sumber: teskerja.com)

Akhirnya setelah menikmati hari hari bersama keluarga dan kawan kawan di Lombok, rasa kangen dengan suasana Jakarta yang padat dan berdaya saing (eeeaaa) akhirnya muncul juga. Dikarenakan niat menemani adek juga yang masih kuliah semester 4 di Depok, akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke Jakarta, setelah melobi orang tua berminggu minggu -_- (I knew they were worried about me :*) Oiya, sebelum berangkat ke Jakarta. Saya menyempatkan diri mencari informasi lowongan pekerjaan di internet dan melamar pekerjaan online. Ada beberapa undangan untuk interview yang membuat saya berkeinginan besar untuk ke Jakarta.

Melamar Kerja Online (sumber: sumber: m-o-n-s.info)
Melamar Kerja Online (sumber: sumber: m-o-n-s.info)

Setelah mengikuti beberapa tes dan interview di Jakarta. Saya pun dinyatakan lulus dan diterima untuk bekerja di tiga tempat. Dikarenakan ada beberapa pertimbangan, akhirnya saya belum bisa menerima satu pun tawaran pekerjaan tersebut. Bukan maksud tidak menghargai tawaran pekerjaan, tapi saya rasa segalanya butuh pertimbangan tho? Mulai dari tempat bekerja, gaji, suasana kerja, jenis pekerjaan, dll πŸ˜€ Sampai akhirnya saya sudah memasuki minggu ketiga di Jakarta dan belum dapat kerjaan sama sekali!!!

3. Ditolak untuk Tidak Bekerja : Alhamdulillah akhirnya ada kerjaan yang sesuai πŸ˜€

Allah Swt yang Maha Penyayang akhirnya menunjukkan kasih sayangNya. Tiba tiba saya mendapatkan telpon dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang saya sebelumnya mengirimkan lamaran melalui email satu bulan yang lalu. Duuuh seneng banget pas dibilang saya sudah lolos seleksi berkas dan diundang untuk wawancara pengetahuan tentang perbankan. (Oiya lowongan pekerjaan di OJK yang saya ikuti ini adalah untuk menjadi Asisten Peneliti/Research Fellow)

Namun saya terkejut ternyata wawancara itu diadakan langsung saat itu juga! Eeeuuhh dengan kemampuan dan pengetahuan yang seadanya akhirnya saya menjawab pertanyaan yang diberikan. Waktu itu saya ditanya mengenai apa itu branchless banking, bagaimana arsitektur perbankan Indonesia secara umum, apa itu sustainable finance, seputar OJK, dan lain-lain terkait perbankan nasional. Kemudian saya juga disuruh memperkenalkan diri dan menjelaskan pengalaman penelitian yang sudah saya lakukan dalam bahasa Inggris. Pertanyaan seputar skripsi juga ditanyakan oleh pewawancara. Akhirnya sesi wawancara via telpon sudah selesai. Pewawancara memberitahukan bahwa nanti hasilnya akan diberitahukan minggu depan (karena waktu itu hari Jumat).

Wawancara via telpon (sumber: indoenergi.com)
Wawancara via telpon (sumber: indoenergi.com)

Alhamdulillah πŸ™‚ hari Senin saya menerima pemberitahuan bahwa saya lolos ke tahap selanjutnya dan diundang untuk Presentasi di hadapan Deputi DirekturΒ  sekaligus wawancara tahap akhir. Hari Selasa saya pun berangkat ke OJK yang berada di Gedung Perkantoran BI (Thamrin). Bersama enam kandidat lain yang diundang presentasi dan wawancara, kami dipanggil satu per satu ke dalam ruangan untuk presentasi dan wawancara akhir. Sebelumnya kami diberitahukan bahwa yang dibutuhkan untuk posisi Asisten Peneliti adalah hanya tiga orang. Saya melihat kandidat yang lain sangat luar biasa. Mereka lulusan UGM, UII, UNS, dan UNJ serta masing-masing memiliki kehebatan dan kemampuan yang membuat saya β€œagak sedikit” pesimis. Tapi tentunya saya juga merasa memiliki kemampuan lebih yang harus saya perlihatkan di presentasi kali ini. Tentunya saya serahkan semua hasilnya kepada Allah, yang penting udah usaha right?

Presentasi (sumber: ikhtisar.com)
Presentasi (sumber: ikhtisar.com)

Dengan kemampuan bahasa inggris yang apa adanya, saya pun menyiapkan presentasi dan menyampaikannya dalam bahasa inggris. Serta memilih untuk wawancara dalam bahasa Inggris. Tradaaaa!!!! Akhirnya keesokan harinya saya mendapatkan email bahwa saya LULUS dan diterima menjadi Asisten Peneliti πŸ˜€ Mungkin hal ini bagi sebagian orang adalah hal yang biasa. Tapi sekali lagi, ini adalah pencapaian sekaligus pengalaman yang lebih dari sekedar β€œbiasa” buat saya hehe πŸ˜€ Akhirnya saya sekarang duduk di sini, di meja ini, di Divisi Arsitektur Perbankan Indonesia, Deputi Penelitian, Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Asisten Peneliti :))))))))))))))) Alhamdulillah ^^

Gedung OJK Pusat (Sumber: economy.okezone.com)
Gedung OJK Pusat (Sumber: economy.okezone.com)

Dengan gaji yang tiga kali lipat dari gaji saya sebelumnya (ketika masih kuliah) saya sangat bersyukur mendapatkan pekerjaan ini. Inilah janji Allah bahwasanya setelah kesulitan itu pasti ada kemudahan. Setelah sebelumnya saya tidak berhasil di BPD NTB, sekarang saya sangat bersyukur Allah Swt mengganti dengan yang lebih, Alhamdulillah ^^ Walaupun kontrak kerjanya dari Mei sampai Desember, hal ini patut disyukuri dan menjadi pengalaman tersendiri bagi saya. Alright, mungkin ini sedikit pengalaman saya selama beberapa bulan terakhir. Kesimpulannya adalah: Teruslah berusaha dengan memberikan yang terbaik, inshaAllah hasilnya pun akan diberikan yang terbaik. Kalaupun ada kegagalan, itu hanyalah tahapan yang harus dilalui untuk naik ke level yang lebih tinggi, tentunya bagi mereka yang bersabar dalam berusaha :))))

Thanks for reading and have a nice day! @baiqrosmala

Advertisements

14 thoughts on ““Anehnya” Kehidupan Setelah Kuliah

  1. Mbak saya mau tanya kalau jadi asisten peneliti di OJK kerjanya full time ya mba? Saya berminat tapi kalau misalnya suatu saat ijin/cuti untuk ikutan interview di tempat lain kira2 memungkinkan ga ya mba? Karena saya ada apply scholarship, kalau beruntung bisa jadi interviewnya saat kontrak berlangsung.

    Like

  2. Hai kak Baiq!
    Mau nanya dong tentang OJK kak, saya skarng lagi nysun skripsi dan menggunakan data sekunder yg dari OJK, nah masalahnya ada data bulan bulan tertentu yang ga di publish. Akhirnya aku kirim e-mail ke pihak humas OJK untuk menanyakan tentang data yang ga di publish itu, dan disuruh langsung ke OJK learning centre di Thamrin.
    Yang mau aku tau kak, kalo langsung datang ke learning centrenya, datanya bisa dipastikan ada atau engga? soalnya deadline udh mepet dan baru ketauan data bulan Juli – Nov 2015 ga ada.

    Mohon infonya kak, terimakasih πŸ™‚

    Like

  3. Halo kak baiq, ingin tanya dulu kakak dapat info tentang rekrutmen asisten peneliti OJK dari mana ya kak? Terimakasih πŸ˜€

    Like

  4. Aku juga pas ngerjain thesis hampir gila rasanya! Hahaha.. stress berat sampe turun berat badan 10 kg! Mana sama ngurusin baby ku yg baru 4 bln .. Huhuhu.. Mendekati deadline hampir tiap hari nangis mau nyerah aja. Tp alhamdulillah Allah Maha Penyayang.. semuanya akhirnya dimudahkan. Pas sidang seminar hasil data belum lengkap sama masih dibolehkan sama dosen penguji dan boleh dilengkapi ketika sidang kompre.. Alhamdulliah akhirnya lulus juga.

    Like

    • Wow! Thesis! Turun 10kg! I don’t know what to say. Aku aja yg masih skripsi ngerjainnya udh mau pingsan rasanya mba. Soalnya waktu itu udh nyebar surat mnta data ke berbagai lembaga yg diteliti, eh pas mepet deadline baru direspon klo mereka ada yg gk bs ngasi data, walhasil aku harus ganti judul saat itu juga. Aku gak bs ngebahayangin itu mba ngerjain thesis, masyaAllah, Allah Maha Penyayang ^^
      Nitip salam sama dedek bayinya mba hihihi

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s